PDA

View Full Version : Stop Kebiasaan Mengisap Jari


rini.astuti
16th January 2009, 05:02 PM
http://img0.uploadhouse.com/fileuploads/3303/3303210-holder-6932e3d9eec12031ac9f3e82f5d1eac0.jpg (http://www.uploadhouse.com/viewfile.php?id=3303210&showlnk=0)
Anak usia bawah lima tahun (balita) biasanye mengisap ibu jari untuk mengusir ketegangan dan membuatnya nyaman. Hentikan kebiasaan itu jika anak sudah berusia diatas empat tahun.

Banyak anak-anak yang memiliki kebiasaan mengisap ibu jari atau jempol tangan. Lebih dari sepertiga bayi mengisap jempol dalam tahun pertama kehidupannya. Sekitar 15 persen dari anak-anak akan melanjutkan kebiasaan itu hingga usia lima tahun.

Anak usia bawah lima tahun (balita) umumnya mengisap jempol saat merasa lelah, takut, bosan, sakit, atau mencoba menyesuaikan diri dengan situasi yang baru.

Contohnya, saat ia harus masuk ke tempat penitipan anak atau kelompok bermain untuk pertama kalinya atau sedang dalam perjalanan yang memakan waktu lama. Mengisap ibu jari juga biasa dilakukan saat anak hendak tidur malam atau terbangun di tengah malam.Bagi anak, kebiasaan itu bisa membuatnya tenang.

Namun, sebenarnya hal tersebut dapat memicu masalah pada kondisi mulut dan gigi, terutama jika mereka masih melakukannya setelah usianya lebih dari empat tahun,

Sebagian besar anak tidak berhenti dengan sendirinya. Kebiasaan mengisap jempol berkepanjangan dapat diartikan sebagai pertanda dari masalah perilaku seperti depresi atau ketegangan.

Biasanya ketika mereka berusia 6-8 tahun atau saat mulai masuk sekolah. Juga, dengan meningkatnya tekanan teman sebaya, anak-anak lebih dapat mengontrol perilakunya itu. Namun, ada baiknya jika orangtua membantu menghentikan kebiasaan tersebut sebelum usia empat tahun.

Yang perlu diingat kata-kata kasar, mengolok-olok atau memberi hukuman bukan cara efektif untuk membantu anak. Sebaliknya, kebiasaan itu bisa bertambah parah. Menghukum juga bukan cara yang efektif untuk menghilangkan kebiasaan mengisap jari.


Ada beberapa saran dari US National Library of Medicine untuk membantu anak Anda menghentikan kebiasaan tersebut:

Tanya dokter anak Anda mengenai kemungkinan menggunakan pelidung ibu jari. Oleskan sesuatu yang pahit di jari anak Anda. Di Indonesia, ibu-ibu biasa menggunakan kunyit atau brotowali Tapi, pastikan untuk selalu mengecek dengan dokter anak Anda untuk memastikan keamanannya. Buat perjanjian dengan anak Anda. Jika dia setuju untuk menghentikan kebiasaannya, tawarkan hadiah. Berikan pujian dan perhatian jika Anda melihat anak Anda tidak lagi mengisap jarinya. Jika gigi anak Anda sudah terlanjut terkena efek mengisap jari, konsultasi dengan dokter gigi anak untuk memperbaikinya. (healthday/ri)

yasmin
19th January 2009, 08:47 PM
http://img0.uploadhouse.com/fileuploads/3303/3303210-holder-6932e3d9eec12031ac9f3e82f5d1eac0.jpg (http://www.uploadhouse.com/viewfile.php?id=3303210&showlnk=0)
Anak usia bawah lima tahun (balita) biasanye mengisap ibu jari untuk mengusir ketegangan dan membuatnya nyaman. Hentikan kebiasaan itu jika anak sudah berusia diatas empat tahun.

Banyak anak-anak yang memiliki kebiasaan mengisap ibu jari atau jempol tangan. Lebih dari sepertiga bayi mengisap jempol dalam tahun pertama kehidupannya. Sekitar 15 persen dari anak-anak akan melanjutkan kebiasaan itu hingga usia lima tahun.

Anak usia bawah lima tahun (balita) umumnya mengisap jempol saat merasa lelah, takut, bosan, sakit, atau mencoba menyesuaikan diri dengan situasi yang baru.

Contohnya, saat ia harus masuk ke tempat penitipan anak atau kelompok bermain untuk pertama kalinya atau sedang dalam perjalanan yang memakan waktu lama. Mengisap ibu jari juga biasa dilakukan saat anak hendak tidur malam atau terbangun di tengah malam.Bagi anak, kebiasaan itu bisa membuatnya tenang.

Namun, sebenarnya hal tersebut dapat memicu masalah pada kondisi mulut dan gigi, terutama jika mereka masih melakukannya setelah usianya lebih dari empat tahun,

Sebagian besar anak tidak berhenti dengan sendirinya. Kebiasaan mengisap jempol berkepanjangan dapat diartikan sebagai pertanda dari masalah perilaku seperti depresi atau ketegangan.

Biasanya ketika mereka berusia 6-8 tahun atau saat mulai masuk sekolah. Juga, dengan meningkatnya tekanan teman sebaya, anak-anak lebih dapat mengontrol perilakunya itu. Namun, ada baiknya jika orangtua membantu menghentikan kebiasaan tersebut sebelum usia empat tahun.

Yang perlu diingat kata-kata kasar, mengolok-olok atau memberi hukuman bukan cara efektif untuk membantu anak. Sebaliknya, kebiasaan itu bisa bertambah parah. Menghukum juga bukan cara yang efektif untuk menghilangkan kebiasaan mengisap jari.


Ada beberapa saran dari US National Library of Medicine untuk membantu anak Anda menghentikan kebiasaan tersebut:

Tanya dokter anak Anda mengenai kemungkinan menggunakan pelidung ibu jari. Oleskan sesuatu yang pahit di jari anak Anda. Di Indonesia, ibu-ibu biasa menggunakan kunyit atau brotowali Tapi, pastikan untuk selalu mengecek dengan dokter anak Anda untuk memastikan keamanannya. Buat perjanjian dengan anak Anda. Jika dia setuju untuk menghentikan kebiasaannya, tawarkan hadiah. Berikan pujian dan perhatian jika Anda melihat anak Anda tidak lagi mengisap jarinya. Jika gigi anak Anda sudah terlanjut terkena efek mengisap jari, konsultasi dengan dokter gigi anak untuk memperbaikinya. (healthday/ri)


Mba Rini...
anak ku usianya 2 tahun dan suka isap ibu jari jika dia merasa lelah ato ngantuk... kadang2 juga kalo anak ku sudah tidur ya tetap masih di isap lho Mba ibu jarinya....

Sudah aku coba dengan brotowali, kunyit, sambiloto tapi semua itu gak pengaruh karena tetap aja mengisap ibu jarinya..
Aku pernah tanya ke dokter anak kalo menurutnya sich masih tahap wajar asal tidak keterusan sampe usia 5 tahun...

Ya maksud aku sich ingin menghilangkan kebiasaan itu sedini mungkin Mba biar ga keterusan tapi ya belum berhasil...
Gimana lagi ya...? :confused: :)

chichi_deh
20th January 2009, 06:27 PM
Mba Rini...
anak ku usianya 2 tahun dan suka isap ibu jari jika dia merasa lelah ato ngantuk... kadang2 juga kalo anak ku sudah tidur ya tetap masih di isap lho Mba ibu jarinya....

Sudah aku coba dengan brotowali, kunyit, sambiloto tapi semua itu gak pengaruh karena tetap aja mengisap ibu jarinya..
Aku pernah tanya ke dokter anak kalo menurutnya sich masih tahap wajar asal tidak keterusan sampe usia 5 tahun...

Ya maksud aku sich ingin menghilangkan kebiasaan itu sedini mungkin Mba biar ga keterusan tapi ya belum berhasil...
Gimana lagi ya...? :confused: :)



Coba dikasih plester aja Mbak Yuni tangannya.
Kan plester rasanya kasar tuh mbak dan dilidah rasanya juga gak enak, sapa tau aja berhasil menghilangkan kebiasaan menghisap ibu jari. :D

yasmin
20th January 2009, 07:40 PM
Coba dikasih plester aja Mbak Yuni tangannya.
Kan plester rasanya kasar tuh mbak dan dilidah rasanya juga gak enak, sapa tau aja berhasil menghilangkan kebiasaan menghisap ibu jari. :D


He..he..itu juga salah satu yang sudh aku coba Mba Chichi, tapi ya... masih belum mempan, biasanya anak ku itu isp jarinya lagi tidur juga Mba...

phita
21st January 2009, 09:50 AM
keep trying mba
terus berusaha aja, sayang saya gak ada pengalaman begitu
karena dari awal gak suka ngisep jari anakku
yang jelas harus dihentikan mba
ntar nyambung ke psikis yang gak selalu percaya diri
dan mengganggu posisi pertumbuhan gigi

yasmin
21st January 2009, 01:47 PM
keep trying mba
terus berusaha aja, sayang saya gak ada pengalaman begitu
karena dari awal gak suka ngisep jari anakku
yang jelas harus dihentikan mba
ntar nyambung ke psikis yang gak selalu percaya diri
dan mengganggu posisi pertumbuhan gigi


Thanks Mba Phita.....

aku juga masih terus usahakan untuk dapat menghentikan kebiasaan anakku....
Memang harus sabar kali ya, karena kalo dengan cara kasar juga kurang baik ke anaknya.....:) :)

valentin
21st January 2009, 02:43 PM
jarinya keliatan kecil ngga tuh jeung?..jangan pernah menyerah lo jeung......cb kl pas ngisep jari,jeung tarik tuh tangannya pelan2 gtu terus jeung d ganti apa gto...jgn permen yg ada gantian giginya yg abiz kasi aja maenan kyk lego gto jeung..takutnya mpe gede jeung ,..ngga lucu kan?...ponakan saya ada lo jeung mpe nikah masih aja bawa2 bantal butut kemana aja.....malu kan.......

yasmin
22nd January 2009, 08:16 AM
jarinya keliatan kecil ngga tuh jeung?..jangan pernah menyerah lo jeung......cb kl pas ngisep jari,jeung tarik tuh tangannya pelan2 gtu terus jeung d ganti apa gto...jgn permen yg ada gantian giginya yg abiz kasi aja maenan kyk lego gto jeung..takutnya mpe gede jeung ,..ngga lucu kan?...ponakan saya ada lo jeung mpe nikah masih aja bawa2 bantal butut kemana aja.....malu kan.......

Jarinya belum keliatan kecil tapi beda dengan jari kanannya.....

Iya nich mudah2an ga ampe dewasa ya... karena aku juga khawatir kalo ampe dewasa bisa repot....

Winawita
22nd January 2009, 01:57 PM
Sepupu saya, sampai SD masih ngemut jempol. Cara berhentinya? Boleh punya Play Station dengan syarat ngemut jempolnya berhenti! Saya ngga menganjurkan teman2 untuk ngasih PS....tapi bisa juga tuch kalo anak kepingin sesuatu (misalnya mainan) kita tahan dulu, ya.. seperti cara tante saya diatas....

;)

Win
anak-anaktercinta (http://anak-anaktercinta.blogspot.com/)

rini.astuti
23rd January 2009, 09:41 PM
Kalau aku ada keponakanku yang masih suka isap jari. Aku dah coba tips dari artikel yang di atas. Alhamdulillah kebiasaan mengisap jarinya sudah mulai berkurang. Saran saya sih Mbak, kita harus sering-sering jangan pernah bosan.

yasmin
26th January 2009, 12:52 PM
Kalau aku ada keponakanku yang masih suka isap jari. Aku dah coba tips dari artikel yang di atas. Alhamdulillah kebiasaan mengisap jarinya sudah mulai berkurang. Saran saya sih Mbak, kita harus sering-sering jangan pernah bosan.


Terima kasih Jeung Rini....

Sebenarnya anak ku seringnya mengisapjari itu waktu tidur n kadang2 kalo lelah, biasanya suka aku kasihnya sebelum dia tidur dan selagi tidur juga,...Ya kira2 kalo rasa pahitnya udah ilang saya kasih lagi....:)