moon
19th January 2009, 01:22 PM
Srupp!!! “Aduh, Masya Allah…mobil bagu-bagus’kok buang sampahnya sembarangan. Bagaimana’sih?,” gerutu Mitha, 30, saat sedang mengendarai mobil bersama anak-anaknya beberapa waktu lalu. Mitha sempat terkejut, tiba-tiba saja dia mendapat lemparan gelas minum air kemasan dari mobil sedan warna abu-abu metalik didepannya. Tampak sebelumnya, sang supir yang mengendarai mobil tersebut membuang gelas bekas minumnya lewat jendela. Gelas plastik yang ringan itu dengan cepat terbawa angin, dan mendarat tepat masuk ke jendela mobil Mitha yang sedang terbuka.
Untung ibu dua anak ini sigap membawa mobilnya. Sambil menggerutu, Mitha memberi klakson kencang memperingati tingkah sang supir didepannya. Hanya mobil keluaran 2007 buatan Jepang tersebut tidak menggubris peringatan Mitha, justru malah semakin kencang meninggalkan mobil Mitha. “Ini’nih kalau orang tidak disiplin. Bikin susah orang saja,” ujar Mitha geleng-geleng kepala. Gelas plastik itu kemudian dibuang Mitha ke tempah sampah kecil yang ada di mobilnya.
Mungkin pengalaman Mitha pernah juga Anda alami sendiri. Bagaimana perasaan Anda saat itu? Atau mungkin pernah melihat orang yang ’gemar’ membuang sampah sesukanya. Baik di terminal bus, kali, selokan air, sungai, mobil angkutan kota, halte, jembatan penyebrangan, dan tempat-tempat umum lainnya. Atau Anda sendiri yang masih suka membuang sampah sesuka hati meskipun cuma sebungkus permen atau selembar tisu?
Bayangkan bila setiap orang berpikir kalau mereka tidak bersalah karena kebiasannya membuang sampah sembarangan, apa yang akan terjadi? Bayangkan pula bila prosentasi masyarakat sadar lingkungan bersih ternyata jumlahnya tidak banyak dari mereka yang asal-asalan dengan keberadaan lingkungannya sendiri?
Sudah banyak kasus dari kecil hingga besar karena sikap kita yang gemar membuang sampah sembarangan. Dari yang kecil saja, lingkungan perkotaan –baik di jalan raya, tol, area perkantoran- tampak kotor, bau dan tidak sedap dipandang mata. Sedangkan pada kasus besar, bukankah kota Jakarta sudah menjadi kota langganan banjir setiap tahun karena kebiasaan buruk para penghuninya?
Tidak gampang memang mengubah sikap seseorang untuk hidup lebih mencintai lingkungan. Namun Islam mengajarkan bahwa ’Kebersihan adalah Sebagian dari Iman’. Maka, mengapa kita kaum Muslim tidak berusaha untuk menjalaninya? Dan satu langkah terbaik adalah MEMULAINYA DARI DIRI KITA dan KELUARGA KITA SENDIRI!
Mulailah dari rumah kita mengenalkan dan membiasakan hidup bersih. Dengan menyukai kebersihan, Insya Allah seluruh anggota keluarga hidup lebih sehat, tidak mudah sakit, dan menjadi pembiasaan baik saat berada di luar rumah. Bagaimana caranya?
Yuk, kita sama-sama mempraktekkannya bersama suami, anak-anak, ibu-ibu kita, bapak-bapak kita, adik, ipar, tetangga dan siapa saja yang ada di lingkungan kita!
• Letakkan tempat sampah di dapur, meja belajar, kamar, dan halaman rumah. Untuk kamar anak dan meja belajar, siapkan tempat sampah yang bergambar lucu dan berwarna cerah yang disukai anak-anak.
Untuk dapur, lapisi dalam tempat sampah dengan plastik berukuran besar. Hal ini
agar sampah dapat langsung dan mudah dibawa ke tempat penampungan
sampah, mobil atau gerobak sampah yang lewat pada waktu-waktu tertentu di
perumahan kita;
• Untuk di beberapa daerah dan perumahan tertentu, sudah mulai diberlakukan pemisahan sampah rumahan sesuai jenis sampah.
Pemisahan sampah itu terdiri dari sampah organik, yakni sampah yang dapat
didaur ulang dan mudah hancur seperti sayuran, dedaunan, ranting-ranting
pohon, kulit buah dan sebagainya. Kemudian sampah non-organik yang terdiri
dari plastik, kaleng, dan beberapa barang bekas yang sulit untuk dihancurkan;
• Selalu sediakan plastik hitam kecil di tas sekolah anak, tas jinjing ibu atau ransel kantor ayah untuk menjadi ‘penampungan sementara’ sampah dari bungkus permen, tisu, atau sampah kecil lainnya saat bepergian;
• Sering memberikan pengarahan bahwa Islam sangat menganjurkan akan kebersihan kepada anak-anak kita, baik melalui media buku cerita, situs lembaga swadaya masyarakat peduli lingkungan, atau dongeng menjelang tidur;
• Jangan lupa, siapkan tong sampah mungil di mobil. Bila ruang mobil terbatas, tong sampah bisa digantikan dengan plastik jinjing berukuran sedang;
• Hem...ada ide lain? Pasti ibu paling tahu bagaimana cara paling efektif mengajarkan dan membiasakan seluruh anggota keluarga untuk membuang sampah di tempatnya.
Yuk! Mulai hidup bersih dari rumah kita sendiri.@
Untung ibu dua anak ini sigap membawa mobilnya. Sambil menggerutu, Mitha memberi klakson kencang memperingati tingkah sang supir didepannya. Hanya mobil keluaran 2007 buatan Jepang tersebut tidak menggubris peringatan Mitha, justru malah semakin kencang meninggalkan mobil Mitha. “Ini’nih kalau orang tidak disiplin. Bikin susah orang saja,” ujar Mitha geleng-geleng kepala. Gelas plastik itu kemudian dibuang Mitha ke tempah sampah kecil yang ada di mobilnya.
Mungkin pengalaman Mitha pernah juga Anda alami sendiri. Bagaimana perasaan Anda saat itu? Atau mungkin pernah melihat orang yang ’gemar’ membuang sampah sesukanya. Baik di terminal bus, kali, selokan air, sungai, mobil angkutan kota, halte, jembatan penyebrangan, dan tempat-tempat umum lainnya. Atau Anda sendiri yang masih suka membuang sampah sesuka hati meskipun cuma sebungkus permen atau selembar tisu?
Bayangkan bila setiap orang berpikir kalau mereka tidak bersalah karena kebiasannya membuang sampah sembarangan, apa yang akan terjadi? Bayangkan pula bila prosentasi masyarakat sadar lingkungan bersih ternyata jumlahnya tidak banyak dari mereka yang asal-asalan dengan keberadaan lingkungannya sendiri?
Sudah banyak kasus dari kecil hingga besar karena sikap kita yang gemar membuang sampah sembarangan. Dari yang kecil saja, lingkungan perkotaan –baik di jalan raya, tol, area perkantoran- tampak kotor, bau dan tidak sedap dipandang mata. Sedangkan pada kasus besar, bukankah kota Jakarta sudah menjadi kota langganan banjir setiap tahun karena kebiasaan buruk para penghuninya?
Tidak gampang memang mengubah sikap seseorang untuk hidup lebih mencintai lingkungan. Namun Islam mengajarkan bahwa ’Kebersihan adalah Sebagian dari Iman’. Maka, mengapa kita kaum Muslim tidak berusaha untuk menjalaninya? Dan satu langkah terbaik adalah MEMULAINYA DARI DIRI KITA dan KELUARGA KITA SENDIRI!
Mulailah dari rumah kita mengenalkan dan membiasakan hidup bersih. Dengan menyukai kebersihan, Insya Allah seluruh anggota keluarga hidup lebih sehat, tidak mudah sakit, dan menjadi pembiasaan baik saat berada di luar rumah. Bagaimana caranya?
Yuk, kita sama-sama mempraktekkannya bersama suami, anak-anak, ibu-ibu kita, bapak-bapak kita, adik, ipar, tetangga dan siapa saja yang ada di lingkungan kita!
• Letakkan tempat sampah di dapur, meja belajar, kamar, dan halaman rumah. Untuk kamar anak dan meja belajar, siapkan tempat sampah yang bergambar lucu dan berwarna cerah yang disukai anak-anak.
Untuk dapur, lapisi dalam tempat sampah dengan plastik berukuran besar. Hal ini
agar sampah dapat langsung dan mudah dibawa ke tempat penampungan
sampah, mobil atau gerobak sampah yang lewat pada waktu-waktu tertentu di
perumahan kita;
• Untuk di beberapa daerah dan perumahan tertentu, sudah mulai diberlakukan pemisahan sampah rumahan sesuai jenis sampah.
Pemisahan sampah itu terdiri dari sampah organik, yakni sampah yang dapat
didaur ulang dan mudah hancur seperti sayuran, dedaunan, ranting-ranting
pohon, kulit buah dan sebagainya. Kemudian sampah non-organik yang terdiri
dari plastik, kaleng, dan beberapa barang bekas yang sulit untuk dihancurkan;
• Selalu sediakan plastik hitam kecil di tas sekolah anak, tas jinjing ibu atau ransel kantor ayah untuk menjadi ‘penampungan sementara’ sampah dari bungkus permen, tisu, atau sampah kecil lainnya saat bepergian;
• Sering memberikan pengarahan bahwa Islam sangat menganjurkan akan kebersihan kepada anak-anak kita, baik melalui media buku cerita, situs lembaga swadaya masyarakat peduli lingkungan, atau dongeng menjelang tidur;
• Jangan lupa, siapkan tong sampah mungil di mobil. Bila ruang mobil terbatas, tong sampah bisa digantikan dengan plastik jinjing berukuran sedang;
• Hem...ada ide lain? Pasti ibu paling tahu bagaimana cara paling efektif mengajarkan dan membiasakan seluruh anggota keluarga untuk membuang sampah di tempatnya.
Yuk! Mulai hidup bersih dari rumah kita sendiri.@