PDA

View Full Version : Waspadalah.....


yasmin
19th January 2009, 08:22 PM
Ini terjadi pada teman, mudah2an bermanfaat......

Penipuan ini terjadi kira-kira seminggu yang lalu. Nama dan identitas kami rahasiakan untuk menjaga aja kalo email ini menyebar kamana-mana. Saya merasa berkewajiban berbagi cerita agar tidak ada korban penipuan dengan modus seperti ini. Saya juga minta komentar dan pendapat dari temen-temen tentang hal ini, coz saya juga penasaran kenapa penipunya bisa canggih banget ya....???

Lima Hari yang lalu sekitar jam 11 siang saya ditelpon dari no telp 081513531213 yang mengaku dari Polda Metro Jaya. "Halo apa benar ini dengan nomor 0815 xxx xxxx ?" Kemudian saya jawab, "Benar, ini dari mana ya..?? "Ini dari Polda Metro Jaya, begini bu... no telpon ibu ini sudah digunakan untuk Sindikat Narkoba, tapi dalam hal ini ibu tidak terlibat, kami hanya minta kerjasamanya untuk mematikan handphone ibu, karena kami akan mengadakan penyidikan dan pelacakan jadi kami perlu kerjasamanya untuk mematikan HP, kira-kira sampai dengan jam 1 ibu bisa menyalakan hp ibu lagi"

Saat itu saya bingung tapi juga curiga, "Lho kok bisa no.hp saya digunakan untuk sindikat narkoba, gimana caranya..??? " (kemudian terdengar suara-sura dijalanan yang berisik...) "Iya bu bisa, untuk itu kami mohon kerjasamanya untuk mematikan hp..!!!!" dengan nada menyidik saya tanya lagi, "Ini saya bicara dengan siapa ya?" "Saya Inspektur Satu Sumantri dari Bagian Narkoba Polda Metro Jaya" Kemudian saya catat identitas si penelepon. "Mohon segera matikan hp ibu karena kami akan mengadakan penyidikan.. !!" (terdengar suara-suara kendaraan dan tut...tut..tut. .. telpon mati)

Saat itu saya masih bingung tapi tidak langsung percaya, dan saya TIDAK mematikan hp, 1 menit kemudian saya ditelpon lagi dg no telp yang sama 081513531213, tapi tidak saya angkat. dan hp saya berdering terus tidak berhenti dari no.telp yang sama. Pada saat itu juga saya langsung telpon Polsek Setiabudi. Saya cerita tentang telpon yang mengaku dari Polda, yang menjawab telpon bilang kalau dari Polda tidak ada seperti itu, tapi kalau memang tidak perlu hp ya matikan saja.. kan gak ada salahnya, trus saya jawab juga kalau untuk penipuan bagaimana? dan pada saat itu hp saya bunyi terus dari nomer yang sama, dan tidak saya angkat.

Kemudian saya menelpon suami saya yang kebetulan sedang berada di luar kota. Saya cerita tentang telpon itu dan make sure kalo dia baik-baik aja dan hati-hati. Hp saya masih saja bunyi dari nomer yang sama tapi saya tutup aja.... Kemudian saya juga menghubungi security ditempat tinggal saya. Yang saya tahu security ditempat tinggal saya dibawah pengawasan langsung dari Polda Metro Jaya, jadi pasti punya akses langsung ke Polda.

Setelah saya lapor, langsung pihak security menelpon ke Polda Metro Jaya Bagian Narkoba, dan ternyata tidak ada yang namanya Inspektur 1 Sumantri di bag. Narkoba, dan tidak ada kegiatan penyidikan yang mengharuskan mematikan hp. Jadi dalam hal ini saya benar-benar dibohongi... .. dan saya masih curiga juga... ini pasti penipuan.. tapi siapa yang ditipu..??? Dan Hp saya masih terus bunyi dari nomer yang sama, memang orang itu gak kenal menyerah.... . Saya langsung menelpon saudara-saudara dan sahabat-sahabat saya di Jakarta . Kemudian ada telpon masuk lagi tapi kali ini dari mertua saya yang di luar kota, dan langsung saya angkat "Halo kamu baik-baik aja kan ..??" "Iya ma.. emang knapa...???" "Lho tadi papamu telpon kantanya kamu kecelakaan.. "

MasyaAllah.. ...
Ternyata penipu itu menipu orang tua saya yang ada di luar kota ....!!!! Langsung saya telpon orangtua, kemudian beliau cerita tadi ditelpon dari kantor polisi di Jakarta. Orang yang mengaku polisi itu bilang kalau saya kecelakaan dengan mobil tanki pertamina, dan saya sekarang luka parah di RSCM. Ayah saya menelpon RSCM dan berbicara dengan orang yang mengaku dr. Listyo, dia mengaku telah merawat saya dan menerangkan secara medis luka serius yang saya alami dan kebutuhan pengobatan yang tidak tersedia di Jakarta. Obat-obat dan pen untuk patah kaki saya hanya ada di apotek Singapore dengan biaya sekitar Rp.21 juta.

Ayah saya diminta mentransfer uang sebesar Rp. 21 juta. karena urusan transfer-mentransfe ruang, ayah saya masih belum terlalu percaya, beliau mencoba menghubungi HP. saya dgn nomor 0815 xxx xxxx (prabayar), kemudian ada yang mengangkat dan mengaku bernama Agus. si Agus ini bilang kalo dia adalah teman suami saya dan sekarang menjaga di rumah karena di rumah tidak ada orang, dia juga bercerita kalau tadi banyak polisi datang ke rumah mengabari kecelakaan mobil yang saya alami dan sekarang suami saya sedang ke RSCM. Dari situ ayah saya mulai panik, sudah percaya dan hampir menyiapkan uang sebesar Rp. 21 juta yg diminta Kemudian ayah saya menelpon mertua saya yang tinggal satu kota, mengabari kecelakaan itu, mertua saya juga ikut panik.

Alhamdulillah. .....mertua saya ingat kalau suami saya sedang tugas di luar kota , jadi kok bisa ada di rumah sakit...???? Orang tua saya juga menggunakan telpon yang lain untuk menelpon, karena telpon yang satunya terus-menerus berdering dari rumah sakit yang meminta ayah saya segera mentransfer uang untuk pengobatan. Orang tua dan mertua saya mencoba menelpon saudara-saudara saya di Jakarta untuk mengecek kebenaran telpon tadi. Tapi anehnya saudara-saudara saya tidak bisa menghubungi hp saya, padahal saya tidak mematikan hp.

Kemudian terakhir kalinya yang mengaku dokter tadi menelpon, diterima oleh adik saya, begitu orang tersebut meminta untuk mentransfer uang, oleh adik saya dijawab, "Kakak saya sudah dicover oleh Asuransi, jadi nanti masalah biaya-biaya, Asuransi yang urus semuanya". Telpon langsung terputus dan orang tersebut tidak meneror orang tua saya lagi.

Alhamdulillah. ... Puji Syukur kehadirat Allah, kami sekeluarga terhindar dari penipuan itu. Ini semua cobaan dan untuk pelajaran kita semua...... Sekarang yang membuat saya penasaran dengan modus penipuan ini:....!!!!

1. Bagaimana orang tersebut bisa memblok dan menyadap no telpon orang tua saya dan no HP saya, jadi kamanapun ayah saya telpon masuknya ke penipu-penipu itu juga yang angkat telpon.

2. Darimana penipu itu bisa tau data saya dan orang tua saya, juga posisi saya yang berlainan kota dengan orang tua? Mungkin gak sih data-data kita di Bank bisa bocor...??? Atau mungkin gak dari HP yang pernah saya service, coz sudah sebulan ini saya service HP di Nokia Service Centre Mampang, dan sampe sekarang hp saya rawat inap terus gak sembuh-sembuh.

3. Bagaimana dengan pengkloningan no telp? Benar gak sih no telp Pra Bayar bisa dikloning & didouble line...??? Bagaimana dengan pasca bayar?

4. Saya juga sudah lapor ke Satelindo dan katanya sedang diinvestigasi karena banyak pengaduan tentang hal ini, dan ternyata nomor 081513531213 sudah ada note: no. ini digunakan untuk penipuan.

So... kalo temen-temen ada yang tau tentang teknologi canggih yang digunakan untuk penipuan ini, terutama teman-teman dari TELKOM & INDOSAT tolong.. dong bagi-bagi ilmunya ke kita kenapa bisa terjadi seperti itu dan gimana caranya untuk antisipasi supaya next time penipuan seperti ini tidak terjadi lagi. Karena saya pernah dengar di radio penipuan seperti ini sudah ada yang kena dan mentransfer uang jutaan rupiah......

Waspadalah.. . :mad: :)

bunda_n@y@
20th January 2009, 12:20 AM
untung ja gak sampe ketipu
aku juga hampir ja kena penipuan yang serupa tapi tak sama, tapi lewat telp juga

waktu itu aku mau jual rumah, aku pasang iklan di internet, trus ada yang minat, setelah nego via telp, dia setuju dengan harga yang aku tawarkan. waktu itu lagi long weekend dan katanya sekarang dia lagi ada di cipanas, Puncak, jadi sebagai panjer di transfer 5 juta, biar rumah itu gak aku tawarkan ke yang laen. setelah itu dia telp, bilang kalo udah transf n tolong di cek. nah waktu itu aku langsung aja ke atm n ngecek, ternyata transf belum masuk. dia bilang udah transf tapi struknya ga ada cos katanya kertas di atm lagi habis mungkin. dia juga agak panik, seolah-2 dibuat kaya aku yang bohong gitu. trus di seolah-2 telp ke BCA center, trus yang ngomong operator dari BCA menjelaskan kalo bener bapak itu udah transfer ke rek aku sebesar 5 juta, trus katanya kenapa di atm aku cek kok belum masuk katanya lagi ada gangguan ma sistem online nya, trus katanya akan dibantu, dan dipandu supaya bisa masuk. singkat cerita, ujung-2nya di atm aku dipandu untuk beli voucher simpati 500 ribu ke nomer yang dia sebutin, wah baru aku sadar,langsung aku cancel, n si bapak itu kesel katanya gak enak sama orang BCA nya. langsung aku tutup ja telpnya.

hampir ja aku ketipu.....

setyowati79
20th January 2009, 06:54 AM
Makanya jeung.....hati2 dengan gendam via telepon

Pelakunya biasanya orang2 dari Palembang......bisa didengar dari logat mereka.....

Jadi, hati2 jgn sampai tertipu

avip
20th January 2009, 07:02 AM
untung ja gak sampe ketipu
aku juga hampir ja kena penipuan yang serupa tapi tak sama, tapi lewat telp juga

waktu itu aku mau jual rumah, aku pasang iklan di internet, trus ada yang minat, setelah nego via telp, dia setuju dengan harga yang aku tawarkan. waktu itu lagi long weekend dan katanya sekarang dia lagi ada di cipanas, Puncak, jadi sebagai panjer di transfer 5 juta, biar rumah itu gak aku tawarkan ke yang laen. setelah itu dia telp, bilang kalo udah transf n tolong di cek. nah waktu itu aku langsung aja ke atm n ngecek, ternyata transf belum masuk. dia bilang udah transf tapi struknya ga ada cos katanya kertas di atm lagi habis mungkin. dia juga agak panik, seolah-2 dibuat kaya aku yang bohong gitu. trus di seolah-2 telp ke BCA center, trus yang ngomong operator dari BCA menjelaskan kalo bener bapak itu udah transfer ke rek aku sebesar 5 juta, trus katanya kenapa di atm aku cek kok belum masuk katanya lagi ada gangguan ma sistem online nya, trus katanya akan dibantu, dan dipandu supaya bisa masuk. singkat cerita, ujung-2nya di atm aku dipandu untuk beli voucher simpati 500 ribu ke nomer yang dia sebutin, wah baru aku sadar,langsung aku cancel, n si bapak itu kesel katanya gak enak sama orang BCA nya. langsung aku tutup ja telpnya.

hampir ja aku ketipu.....

Kalau yang ini mirip dengan kasus adikku..bedanya dia dipandu lewat atm..ujung-ujungnya dia minta ditransfer ke rekening dia..kayak di hipnotis untungnya uang di atmnya nggak cukup..jadi nggak bisa transfer. hati2 lho ini sering banget...penipuan seperti ini.

aku juga pernah itu ..ada bilang setuju dengan harga kontrakan tapi belum lihat rumahnya..khan aneh..pokoknya kalau ketemu yang aneh aneh langsung cut aja

NyantaiDonkAh
20th January 2009, 08:56 AM
Rekan saya juga mengalami kejadian serupa dan parahnya dia telah mentransfer sejumlah uang. Saran saya, sebaiknya gunakan 2 nomor HP, sebarkan ke semua rekan dan kerabat, sehingga jika nomor yg satu tidak dapat dihubungi, dapat menghubungi nomor yg lainnya. Jangan pernah menuruti perintah dari pihak manapun. lakukan konfirmasi. Gitu aja......

valentin
20th January 2009, 09:29 AM
saya juga pernah nglami di telepon lewat no rumah yang ktnya dapt hadiah langsung tak perlu bw uang ,dengan semangat 45 tu penelpon blg kl kita jd tamu undangan di kantor barunya pt......ktnya hadiah bs diambil smpe jam 4sore,saya tlp suami saya lalu dia cek lewat internet ternyata bnyk jg yg udah ketipu. mudah2an ini bs jd pembelajaran bwt kt smua jgn pernah percaya dgn iming2 hadiah kl kt sendiri g pernah ikutan apa2.biasanya c sasaranya ibu rumahtangga.

ernaztari17
20th January 2009, 11:42 AM
wah kemaren tetangga'qu hampir kena juga...untungnya setelah ditelpon anaknya hp bapanya aktif...
kalo tetanggaku engga banyak sich...dia minta 5 juta...cuma saat itu si ibu cuma punya 2 juta, disaat kepanikan tersebut sianak mencoba menelpon bapanya dan akhirnya nyambung...dan beliau baik2 saja...modusnya mungkin sama...karena si penelpon mengaku dari RSCM.

NyantaiDonkAh
20th January 2009, 01:02 PM
Anehnya, gimana bisa si pelaku punya nomor2 klg deket kita ya ? Aneh.....

lilis
20th January 2009, 03:19 PM
Terima kasih untuk sharingnya. Semoga menjadi pelajaran buat kita yang tidak tahu ...

chichi_deh
20th January 2009, 04:52 PM
MBak Yuni .........
Kok pengalaman Mbak Yuni sama persis seperti kejadian yang pernah saya alami.
Saat itu saya masih kuliah di kota Malang, pada hari itu orang yang mengaku Inspektur bagian narkoba di Jawa Timur telpon ke saya sama persis seperti yang mbak yuni katakan itu (pada saat itu saya sedang berada diluar kota malang).
Dia minta hp saya dimatikan dengan alasan sedang melakukan pengejaran tersangka kasus narkoba yang memiliki no hp sama dengan punya saya.
Karena orangnya berkali*8 nelpon & saya waktu itu merasa tidak curiga akhirnya saya matikan hp saya.
Ternyata orang tsb nelpon ke rumah saya dan memberitahu kalo saya mengalami kecelakaan yang amat sangat parah di surabaya & memerlukan banyak uang untuk mengobati saya yang tengah dirawat di RS Malang. (Aneh khan ?? kecelakaannya di surabaya tapi di rawat di malang)
Hal ini saya ketahui Pada saat saya nyampek tempat kos, saya diberitahu oleh bapak kos kalo dapet telp dari orang tua saya yang menanyakan gimana keadaan saya, apakah saya baik** aja ato mengalami kecelakaan.
Semua orang pada kalang kabut & sampai** kedua orang tua saya nangis karena mendapat berita itu.
Langsung saya telpon ke rumah untuk memastikan bahwa keadaan saya baik** saja.
Dan untungnya juga kedua orang tua saya gak sampai mentransfer uang seperti yang diminta para pelaku itu.
Herannya kok bisa ya mereka memiliki semua data kita ?? mulai dari no hp, sampek no rumah kita ??

wannaluvecho
20th January 2009, 07:22 PM
MBak Yuni .........
Kok pengalaman Mbak Yuni sama persis seperti kejadian yang pernah saya alami.
Saat itu saya masih kuliah di kota Malang, pada hari itu orang yang mengaku Inspektur bagian narkoba di Jawa Timur telpon ke saya sama persis seperti yang mbak yuni katakan itu (pada saat itu saya sedang berada diluar kota malang).
Dia minta hp saya dimatikan dengan alasan sedang melakukan pengejaran tersangka kasus narkoba yang memiliki no hp sama dengan punya saya.
Karena orangnya berkali*8 nelpon & saya waktu itu merasa tidak curiga akhirnya saya matikan hp saya.
Ternyata orang tsb nelpon ke rumah saya dan memberitahu kalo saya mengalami kecelakaan yang amat sangat parah di surabaya & memerlukan banyak uang untuk mengobati saya yang tengah dirawat di RS Malang. (Aneh khan ?? kecelakaannya di surabaya tapi di rawat di malang)
Hal ini saya ketahui Pada saat saya nyampek tempat kos, saya diberitahu oleh bapak kos kalo dapet telp dari orang tua saya yang menanyakan gimana keadaan saya, apakah saya baik** aja ato mengalami kecelakaan.
Semua orang pada kalang kabut & sampai** kedua orang tua saya nangis karena mendapat berita itu.
Langsung saya telpon ke rumah untuk memastikan bahwa keadaan saya baik** saja.
Dan untungnya juga kedua orang tua saya gak sampai mentransfer uang seperti yang diminta para pelaku itu.
Herannya kok bisa ya mereka memiliki semua data kita ?? mulai dari no hp, sampek no rumah kita ??

ya jeung nama ny juga penjahat...banyak cara yang tidak masuk akal tp bisa dilakuin......orang indonesia tuch pinter**...tapi sayang disalah gunain....:cool: