PDA

View Full Version : mertua qu


rika
9th September 2008, 09:21 PM
Sebagai anak kita wajib membalas jasa orang tua kita. Bukan hanya secara finansial saja, itu menurut saya.
Orang tua saya berpisah 10 th lalu secara tidak baik, setelah 35 th berumahtangga. Tanpa melalui proses cerai resmi, bapak menikah lagi. Bapak sepertinya benar2 menghilangkan dirinya, beliau tidak pernah mau memberikan alamatnya yang sekarang, hanya kalau perlu uang saja, beliau tiba2 muncul dan menghubungi sy atau saudara2.
Saya dan suami sendiri pernah mamberikan bantuan berupa uang (karena hanya ini yang beliau inginkan dari kami). Saya bahkan pernah beberapa kali menjual emas milik sy pribadi untuk memberi uang pada beliau. Karena status bapak yang 'misterius' dan pernah berbohong pada suami sy, suami sy menyatakan keberatannya.
Belum lama ini, beliau menghubungi sy melalui sms. Dengan mengiba-iba meminta bantuan berupa uang. Sms ini sy abaikan, toh sy tidak punya kuasa dalam hal keuangan keluarga. Bapak marah dan mengirim sms yang isinya menghujat sy dan membuat sy menangis. Bukannya sy tidak mau membantu beliau, tapi sy benar2 tidak punya uang pribadi saat ini. Suami saya tidak mengijinkan saya mengirim uang. Tidak mungkin kan saya mencuri uang suami lalu diam2 mengirimkannya pada bapak saya? :confused:

triamiz
11th September 2008, 02:10 AM
Menurut saya jeng sudah benar, maunya sih kita selalu membantu ya.. apalagi itu keluarga kita sendiri. Tapi kalo modelnya sprt bapak jeng yang setor muka kalo butuh doank rasanya kan ga enak sendiri apalagi sama suami kita.
Apalagi ga jelas itu dana dilarikan kemana, meski bukan urusan kita lagi setelah kita berikan uang itu tapi kan kita lebih puas kalo kita tahu pemberian kita itu gak sia-sia, ya kan? Dan lagi kita bisa kasih alasan sama suami kita kalo sewaktu2 suami bertanya.

Jangan sampai juga kita ribut sama suami gara2 masalah itu,gak enak banget kan. Meskipun sejelek apa tabiat bapak kita kalo di ungkit2 sama suami pasti ya kita sakit hati juga. Padahal mungkin suami juga punya hak untuk tahu kemana aja dana yg telah diberikan ke bapak jeng, meskipun itu 100% murni uang milik jeng.

Jadi biarlah jeng korban perasaan saat ini dimarah sama bapak.
Suatu saat jeng punya dana lebih dan dg persetujuan suami tentunya, boleh jeng kirim lagi buat bapak jeng, dan jeng bisa sedikit tegas pada bapak agar merubah kebiasaannya yg ga jelas itu. Minta juga agar dia memahami keadaan jeng yg sudah berkeluarga, kan ga bisa semau maunya seperti dulu.

Memang masih banyak orang tua yg menganggap anak itu seperti deposito.
Padahal bukan tugas anak untuk membayar apa semua yang telah diberikan para orang tua, tetapi itu adalah KEWAJIBAN anak terhadap orang tuanya menyayangi dan membalas jasa mereka, tentunya sesuai dg kemampuannya.

with best regard

aulia ainin
12th September 2008, 03:32 PM
Kejadian ini sama seperti yang dialami sodara saya. Setelah ortunya cerai bapaknya suka datang hanya untuk minta uang, setahuku sih sodaraku ini ngasih aja sesuai kemampuannya, bedanya kalo bapaknya sodaraku pulangnya jelas.
Saranku sebagai anak, kita kan harus tetap menghormati bapak-ibu apapun keadaan mereka, sejahat apapun mereka. Jadi kalo bapak mba minta dikirimi uang sedang mba tidak bisa memberi,jelaskan aja dengan sopan keadaan mba, tawarkan bantuan selain uang misalnya makanan atau pakaian, yang penting si bapak tau kalo mba tetap menghormati.

linasiregar
15th September 2008, 11:19 AM
mbak rika, kadang-kadang hal seperti itu mnjd dilema...
tapi bagaimana pun kita sebagai istri tetap harus izin suami... seyogya nya bapak mbak memahami posisi mbak yaaa