ladyhot13
30th January 2009, 02:38 PM
Mungkin Anda sedang berjuang keras untuk memperoleh bentuk tubuh yang ideal. tapi tahukah Anda bahwa pola makan amat menentukan semua ini?
Yang jelas, salah satu pemicu makan kita adalah suasana hati kita. Kita makan bukan saja karena lapar, tetapi juga karena kita stress, marah, bosan, tertekan atau frustrasi. Banyak dari kita ada dalam tingkat stress tinggi yang kronis, mungkin hal ini disebabkan tekanan dan beban pekerjaan yang begitu tinggi atau karena kita sedang ada dalam permasalahan/konflik pribadi dengan seseorang.
Tubuh kita berespon kepada suasana hati kita. Stress memicu zat-zat kimia di dalam otak kita untuk membuat peningkatan kalori dan penyimpanan lemak. Inilah siklus yang terjadi ketika lemak tak terkendali: ketika tubuh Anda menghadapi stress kronis, tubuh Anda meningkatkan produksi kortisol dan insulin. Maka nafsu makan Anda meningkat dan membawa Anda mencari makanan-makanan manis yang berkalori tinggi dan berlemak. Akibatnya hal ini membuat Anda menumpuk lebih banyak lemak, memompanya sedemikian sama seperti zat-zat kimia yang membengkak ke dalam hati. Hal ini membuat suatu ketahanan pada insulin, yang membuat terjadinya pembuangan pada pankreas dan harus diganti dengan insulin lebih banyak lagi. Hal ini membuat Anda menjadi amat lapar.
Ketika Anda mencoba mengatasi stress dengan makanan, sebenarnya Anda mengaktifkan pusat penyediaan kepuasan dalam otak Anda. Tetapi setelah sistem ‘terasa enak’ itu berlalu, maka Anda kembali berusaha membuat diri Anda merasa enak, tenang dan rileks dengan cara yang sama: lebih banyak lagi makanan. Stress dan resah menyulitkan otak kita untuk mengendalikan nafsu makan kita.
Itulah sebabnya adalah suatu mitos apabila kelebihan makanan dipicu oleh rasa lapar yang sangat. Adalah satu mitos juga bila kelaparan ditimbulkan oleh indera perasa. Adalah juga sebuah mitos bila kita dapat menahan godaan bila saja kita mengarahkan pikiran kita akan hal itu. Justru apa yang terjadi di dalam otak kita itulah yang menentukan apa yang akan terjadi pada perut kita. Mengenali bahwa emosi Anda dapat mendorong keinginan makan Anda akan menolong Anda menolak rasa kelaparan, idealnya menjauhinya.
Tujuan Anda adalah menjaga tingkat hormon “merasa enak” Anda. Itu akan melengkapi Anda dengan kepuasan yang stabil sehingga Anda tidak lagi penah mengalami tinggi rendah hormon raksasa yang membuat Anda mencari apa yang mengenakkan otak Anda, yaitu makanan yang buruk bagi perut Anda.
Info: www.depression2.tk
Yang jelas, salah satu pemicu makan kita adalah suasana hati kita. Kita makan bukan saja karena lapar, tetapi juga karena kita stress, marah, bosan, tertekan atau frustrasi. Banyak dari kita ada dalam tingkat stress tinggi yang kronis, mungkin hal ini disebabkan tekanan dan beban pekerjaan yang begitu tinggi atau karena kita sedang ada dalam permasalahan/konflik pribadi dengan seseorang.
Tubuh kita berespon kepada suasana hati kita. Stress memicu zat-zat kimia di dalam otak kita untuk membuat peningkatan kalori dan penyimpanan lemak. Inilah siklus yang terjadi ketika lemak tak terkendali: ketika tubuh Anda menghadapi stress kronis, tubuh Anda meningkatkan produksi kortisol dan insulin. Maka nafsu makan Anda meningkat dan membawa Anda mencari makanan-makanan manis yang berkalori tinggi dan berlemak. Akibatnya hal ini membuat Anda menumpuk lebih banyak lemak, memompanya sedemikian sama seperti zat-zat kimia yang membengkak ke dalam hati. Hal ini membuat suatu ketahanan pada insulin, yang membuat terjadinya pembuangan pada pankreas dan harus diganti dengan insulin lebih banyak lagi. Hal ini membuat Anda menjadi amat lapar.
Ketika Anda mencoba mengatasi stress dengan makanan, sebenarnya Anda mengaktifkan pusat penyediaan kepuasan dalam otak Anda. Tetapi setelah sistem ‘terasa enak’ itu berlalu, maka Anda kembali berusaha membuat diri Anda merasa enak, tenang dan rileks dengan cara yang sama: lebih banyak lagi makanan. Stress dan resah menyulitkan otak kita untuk mengendalikan nafsu makan kita.
Itulah sebabnya adalah suatu mitos apabila kelebihan makanan dipicu oleh rasa lapar yang sangat. Adalah satu mitos juga bila kelaparan ditimbulkan oleh indera perasa. Adalah juga sebuah mitos bila kita dapat menahan godaan bila saja kita mengarahkan pikiran kita akan hal itu. Justru apa yang terjadi di dalam otak kita itulah yang menentukan apa yang akan terjadi pada perut kita. Mengenali bahwa emosi Anda dapat mendorong keinginan makan Anda akan menolong Anda menolak rasa kelaparan, idealnya menjauhinya.
Tujuan Anda adalah menjaga tingkat hormon “merasa enak” Anda. Itu akan melengkapi Anda dengan kepuasan yang stabil sehingga Anda tidak lagi penah mengalami tinggi rendah hormon raksasa yang membuat Anda mencari apa yang mengenakkan otak Anda, yaitu makanan yang buruk bagi perut Anda.
Info: www.depression2.tk