asa
11th September 2008, 12:12 PM
Di kalangan teman dan saudara-saudaranya, Nia Andini yang kini berganti nama menjadi Nizar Ramadhan dikenal sebagai ABG yang aktif. Meskipun penampilannya perempuan, sepak terjang Nia seperti anak laki-laki. Nia juga hobi permainan yang banyak dimainkan anak laki-laki antara lain petasan, layang-layang, dan tentu saja sepak bola. Bahkan, sepak bola adalah permainan favorit Nia.
Pengagum bintang-bintang sepak bola liga Inggris dan liga Italia ini cuek saja ketika orangtuanya menasihati agar tak terlalu sering main sepak bola. ”Kalo main permainan anak-anak perempuan, agak kurang sih. Tetapi, kalo olahraga dan main sepak bola, dia nomor satu. Lari dan gayanya tidak beda dengan temen laki-laki. Kami sih biasa aja, mungkin dia emang begitu,” ujar Anis, teman sekolah Nia.
Nia juga paling galak jika perempuan temannya diganggu cowok iseng. ”Dia bisa galak kayak laki-laki dan cukup berani meladeni tantangan, walaupun anaknya tenang,” kata Dena, juga teman sekolah Nia. Menurut Anis dan Dena, prestasi Nia di sekolah biasa saja. ”Cuma, dia itu belajarnya rajin apalagi kalo pelajarannya dia suka,” kata Dena.
Sejak seminggu lalu, Nia tidak masuk sekolah. Dena dan Anis telah mendengar kabar Nia telah menjadi lelaki sejati dan berganti nama menjadi Nizar. Keduanya mengaku terkejut dengan kabar itu. Mereka ingin mendengar berita itu langsung dari yang bersangkutan agar lebih afdal. Mereka juga ingin Nia segera kembali ke sekolah agar tak ketinggalan pelajaran.
”Kasihan kalo begitu. Seharusnya, jika sudah beres ya masuk sekolah. Kan kalo ada masalah teman-teman bisa menghibur. Apa mungkin Nia eh Nizar jadi malu sama teman-teman ya? Ya, udah biar aja di rumah dulu, yang penting teman-teman di sini tetap baik sama dia dan dia cepat sembuh ya, kan habis disunat,” ujar Anis.
Teman-temannya di lingkungan rumah Nia di Kampung Cipondoh, Kota Tangerang, juga merindukan Nia. Sejak pekan lalu, Nia belum lagi bermain bersama mereka. Namun, mereka juga sungkan berkunjung ke rumah Nia.
Sementara itu, Sukarsih, sang bibi, mengaku keluarganya lega dengan kondisi terakhir Nia yang kini bernama Nizar. Hanya saja, keluarga Nizar masih kurang sreg karena belum memeriksakan kesehatan Nia secara total karena biayanya tak terjangkau oleh orangtua Nizar yang buruh serabutan dan buruh cuci itu.
Hingga kemarin, Sukarsih masih setia menemani Nizar. Pulang kerja, wanita PNS di Pemkot Tangerang itu menyediakan waktunya untuk menjadi teman curhat Nizar.
”Saya masih punya semangat untuk sekolah dan belajar. Saya masih ingin main sepak bola dan tetap ingin jadi polisi. Sekarang saya masih ingin di rumah, supaya bisa tenang dan mensyukuri berkah yang sudah saya terima ini. Kalo soal malu, mudah-mudahan nanti hilang sendiri,” kata Nizar sambil tersenyum. (Celestinus Trias HP) Wartakota.
Pengagum bintang-bintang sepak bola liga Inggris dan liga Italia ini cuek saja ketika orangtuanya menasihati agar tak terlalu sering main sepak bola. ”Kalo main permainan anak-anak perempuan, agak kurang sih. Tetapi, kalo olahraga dan main sepak bola, dia nomor satu. Lari dan gayanya tidak beda dengan temen laki-laki. Kami sih biasa aja, mungkin dia emang begitu,” ujar Anis, teman sekolah Nia.
Nia juga paling galak jika perempuan temannya diganggu cowok iseng. ”Dia bisa galak kayak laki-laki dan cukup berani meladeni tantangan, walaupun anaknya tenang,” kata Dena, juga teman sekolah Nia. Menurut Anis dan Dena, prestasi Nia di sekolah biasa saja. ”Cuma, dia itu belajarnya rajin apalagi kalo pelajarannya dia suka,” kata Dena.
Sejak seminggu lalu, Nia tidak masuk sekolah. Dena dan Anis telah mendengar kabar Nia telah menjadi lelaki sejati dan berganti nama menjadi Nizar. Keduanya mengaku terkejut dengan kabar itu. Mereka ingin mendengar berita itu langsung dari yang bersangkutan agar lebih afdal. Mereka juga ingin Nia segera kembali ke sekolah agar tak ketinggalan pelajaran.
”Kasihan kalo begitu. Seharusnya, jika sudah beres ya masuk sekolah. Kan kalo ada masalah teman-teman bisa menghibur. Apa mungkin Nia eh Nizar jadi malu sama teman-teman ya? Ya, udah biar aja di rumah dulu, yang penting teman-teman di sini tetap baik sama dia dan dia cepat sembuh ya, kan habis disunat,” ujar Anis.
Teman-temannya di lingkungan rumah Nia di Kampung Cipondoh, Kota Tangerang, juga merindukan Nia. Sejak pekan lalu, Nia belum lagi bermain bersama mereka. Namun, mereka juga sungkan berkunjung ke rumah Nia.
Sementara itu, Sukarsih, sang bibi, mengaku keluarganya lega dengan kondisi terakhir Nia yang kini bernama Nizar. Hanya saja, keluarga Nizar masih kurang sreg karena belum memeriksakan kesehatan Nia secara total karena biayanya tak terjangkau oleh orangtua Nizar yang buruh serabutan dan buruh cuci itu.
Hingga kemarin, Sukarsih masih setia menemani Nizar. Pulang kerja, wanita PNS di Pemkot Tangerang itu menyediakan waktunya untuk menjadi teman curhat Nizar.
”Saya masih punya semangat untuk sekolah dan belajar. Saya masih ingin main sepak bola dan tetap ingin jadi polisi. Sekarang saya masih ingin di rumah, supaya bisa tenang dan mensyukuri berkah yang sudah saya terima ini. Kalo soal malu, mudah-mudahan nanti hilang sendiri,” kata Nizar sambil tersenyum. (Celestinus Trias HP) Wartakota.