rhina1603
11th February 2009, 08:52 AM
Dunia semakin kacau saja. Bayangkan, kini di new York sedang menjamur Nude Restaurant. Sebuah restoran yang para pengunjungnya diharuskan datang dan makan dalam kondisi telanjang. Dengan mengusung slogan "No hot Soup" restoran yang hanya menyediakan 50 tempat duduk ini memang hanya diperuntukkan untuk kalangan tertentu. "Restoran ini biasanya hanya kami sewakan untuk private party untuk kalangan sosialita di kota ini," ujar John Ordover, manager restoran.
Mengapa harus telanjang? "Kami hanya melakukan hal yang membuat tamu kami merasa nyaman di restoran kami. Telanjang adalah satu kondisi yang membuat mereka merasa nyaman," ujarnya lagi.
Menurut John, meskipun para tamu yang datang dan makan dalam kondisi telanjang, bukan berarti para pelayan serta kokinya juga ikutan tanpa busana. "Seluruh pelayan serta koki kami semuanya tetap berpakaian lengkap." Restoran yang tak mau disebutkan namanya ini melakukan strategi pemasarannya hanya melalui internet. "Jangan kaget, di New York banyak sekali restoran semacam ini dan di dalamnya banyak sekali orang telanjang. Yang membedakan antara satu restoran dengan yang lainnya adalah menu serta servis yang diberikan," ujar John. Laki-laki berusia 43 tahun ini menjelaskan bahwa di restorannya menyajikan pertunjukkan humor. "Ada juga restoran yang memberikan kelas yoga," ujarnya.
Jika berkunjung ke restoran semacam ini, tamu tak harus berangkat dari rumah dengan bertelanjang ria. "Kami menyediakan ruangan ganti. Kebanyakan tamu datang dengan busana lengkap kemudian meletakkan pakaian mereka di ruangan khusus yang kami sediakan," ujar John.
Anda tertarik?
Mengapa harus telanjang? "Kami hanya melakukan hal yang membuat tamu kami merasa nyaman di restoran kami. Telanjang adalah satu kondisi yang membuat mereka merasa nyaman," ujarnya lagi.
Menurut John, meskipun para tamu yang datang dan makan dalam kondisi telanjang, bukan berarti para pelayan serta kokinya juga ikutan tanpa busana. "Seluruh pelayan serta koki kami semuanya tetap berpakaian lengkap." Restoran yang tak mau disebutkan namanya ini melakukan strategi pemasarannya hanya melalui internet. "Jangan kaget, di New York banyak sekali restoran semacam ini dan di dalamnya banyak sekali orang telanjang. Yang membedakan antara satu restoran dengan yang lainnya adalah menu serta servis yang diberikan," ujar John. Laki-laki berusia 43 tahun ini menjelaskan bahwa di restorannya menyajikan pertunjukkan humor. "Ada juga restoran yang memberikan kelas yoga," ujarnya.
Jika berkunjung ke restoran semacam ini, tamu tak harus berangkat dari rumah dengan bertelanjang ria. "Kami menyediakan ruangan ganti. Kebanyakan tamu datang dengan busana lengkap kemudian meletakkan pakaian mereka di ruangan khusus yang kami sediakan," ujar John.
Anda tertarik?