rini.astuti
19th September 2008, 07:41 PM
Bagi peselancar internet, situs jaringan sosial dan pertemanan ala Friendster, Multiply, Facebook bukanlah hal baru. Bahkan tak jarang ada yang memiliki lebih dari satu keanggotaan dalam situs semacam itu. Namun, meski situs jaringan sosial banyak digemari, bukan berarti mereka aman dari protes keras, dari siapa lagi jika bukan penggunanya.
Seperti dialami oleh Facebook baru-baru ini, protes muncul setelah situs populer tersebut berencana memasang tampilan baru secara permanen kepada seluruh anggota. Ketika detail desain terbaru tersebut diungkap beberapa minggu lalu, anggota dapat memilih antara mengganti tampilan baru atau tetap di tampilan lama. Hanya saja, Facebook mengumumkan, jika beberapa minggu kedepan, situs akan memigrasikan tampilan seluruh pengguna ke wajah baru selamanya. Keputusan itu pun memicu kemarahan beberapa anggota situs tersebut
Ratusan kelompok pemrotes membanjiri situs itu dengan kampanye puluhan ribu pengguna menentang perubahan. Salah satu grup bernama "Petisi menentang Facebook baru'' memiliki lebih dari satu juta anggota, sementara kelompok lain seperti "Please, tetap pada Facebook lama - versi baru mengerikan'' memiliki lebih dari 200 ribu anggota, begitu pula "Bawa Kembali Facebook lama" memiliki 115.638 anggota.
Para pengguna telah membanjiri ratusan komentar dalam kotak komentar. Beberapa meminta berhenti dari perubahan, yang lain pun kurang lebih sama. "Ini tampilan sampah" begitu tulis Andrew Wadup, salah satu anggota Facebook, ketika menulis komentar dalam kotak komentar situs itu seperti yang dilansir oleh Telegraph.co.uk. "Kenapa diperbaiki bila tidak rusak? Tetap pada versi lama," begitu permintaan Eddie Santos, anggota lain.
Tampilan baru situs didesain untuk membuat organisasi informasi, dan nafigasi seputar profil pengguna lebih sederhana dan tidak berkelok-kelok. Facebook mengatakan jika saat ini 40 juta pemakai telah mencoba desain baru, dan 30 juta telah menerima desain itu langsung, tanpa kembali ke tampilan lama.
"Kami mencoba membuat Facebook lebih sederhana, bersih, lebih relevan dan mudah dikontrol," tulis manajer produk, Mark Slee dalam blog Facebook. "Dengan umpan balik dan partisipasi anda, kami percaya akan menghasilkan Facebook yang terbaik," ujarnya. Lebih lanjut dalam tulisan Mark "Desain baru memang beda, dan kami memahami jika beberapa orang akan tidak nyaman dengan perubahan. Tapi berjalannya waktu, kami beranggapan orang akan dapat mengapresiasi keuntungan desain baru dengan fitur-fitur baru yang ditawarkan,"
Facebook ialah situs terbesar kedua yang sering dikunjungi. Menurut laporan lalu-lintas web terbaru dari Hitwise, Facebook di Inggris saja misal, berhasil menarik pengunjung hingga 30,4 % dari total peselancar internet negara itu. Rekor tersebut menempatkan situs jaringan sosial tersebut kedua setelah Google dan setingkat di atas eBay dan Windows Live Mail (dulu Hotmail).
Desain tampilan baru itu bukan hal pertama yang menuai masalah dengan pengguna. Tahun lalu, salah satu pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, terpaksa meminta maaf akibat ''kerja buruk'' yang dibuat perusahaan, yakni mengimplementasi sistem iklan baru kontroversial bernama Beacon
Pengguna memrotes sebab fitur tersebut menginformasikan kebiasaan berbelanja dan profil tanpa sepengetahuan
mereka. Dalam beberapa kasus, bahkan mengumumkan pada teman, hadiah apa yang akan mereka terima untuk Natal nanti./it
Seperti dialami oleh Facebook baru-baru ini, protes muncul setelah situs populer tersebut berencana memasang tampilan baru secara permanen kepada seluruh anggota. Ketika detail desain terbaru tersebut diungkap beberapa minggu lalu, anggota dapat memilih antara mengganti tampilan baru atau tetap di tampilan lama. Hanya saja, Facebook mengumumkan, jika beberapa minggu kedepan, situs akan memigrasikan tampilan seluruh pengguna ke wajah baru selamanya. Keputusan itu pun memicu kemarahan beberapa anggota situs tersebut
Ratusan kelompok pemrotes membanjiri situs itu dengan kampanye puluhan ribu pengguna menentang perubahan. Salah satu grup bernama "Petisi menentang Facebook baru'' memiliki lebih dari satu juta anggota, sementara kelompok lain seperti "Please, tetap pada Facebook lama - versi baru mengerikan'' memiliki lebih dari 200 ribu anggota, begitu pula "Bawa Kembali Facebook lama" memiliki 115.638 anggota.
Para pengguna telah membanjiri ratusan komentar dalam kotak komentar. Beberapa meminta berhenti dari perubahan, yang lain pun kurang lebih sama. "Ini tampilan sampah" begitu tulis Andrew Wadup, salah satu anggota Facebook, ketika menulis komentar dalam kotak komentar situs itu seperti yang dilansir oleh Telegraph.co.uk. "Kenapa diperbaiki bila tidak rusak? Tetap pada versi lama," begitu permintaan Eddie Santos, anggota lain.
Tampilan baru situs didesain untuk membuat organisasi informasi, dan nafigasi seputar profil pengguna lebih sederhana dan tidak berkelok-kelok. Facebook mengatakan jika saat ini 40 juta pemakai telah mencoba desain baru, dan 30 juta telah menerima desain itu langsung, tanpa kembali ke tampilan lama.
"Kami mencoba membuat Facebook lebih sederhana, bersih, lebih relevan dan mudah dikontrol," tulis manajer produk, Mark Slee dalam blog Facebook. "Dengan umpan balik dan partisipasi anda, kami percaya akan menghasilkan Facebook yang terbaik," ujarnya. Lebih lanjut dalam tulisan Mark "Desain baru memang beda, dan kami memahami jika beberapa orang akan tidak nyaman dengan perubahan. Tapi berjalannya waktu, kami beranggapan orang akan dapat mengapresiasi keuntungan desain baru dengan fitur-fitur baru yang ditawarkan,"
Facebook ialah situs terbesar kedua yang sering dikunjungi. Menurut laporan lalu-lintas web terbaru dari Hitwise, Facebook di Inggris saja misal, berhasil menarik pengunjung hingga 30,4 % dari total peselancar internet negara itu. Rekor tersebut menempatkan situs jaringan sosial tersebut kedua setelah Google dan setingkat di atas eBay dan Windows Live Mail (dulu Hotmail).
Desain tampilan baru itu bukan hal pertama yang menuai masalah dengan pengguna. Tahun lalu, salah satu pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, terpaksa meminta maaf akibat ''kerja buruk'' yang dibuat perusahaan, yakni mengimplementasi sistem iklan baru kontroversial bernama Beacon
Pengguna memrotes sebab fitur tersebut menginformasikan kebiasaan berbelanja dan profil tanpa sepengetahuan
mereka. Dalam beberapa kasus, bahkan mengumumkan pada teman, hadiah apa yang akan mereka terima untuk Natal nanti./it