rini.astuti
5th March 2009, 09:03 PM
PASADENA -- Sebuah asteroid raksasa seukuran yang pernah meratakan 800 mil persegi hutan di Siberia satu abad silam baru saja melintas dengan jarak sangat dekat dengan bumi. Asteroid itu, bernama 2009 DD45, melintas sekitar 48.800 mil dari bumi senin lalu. Demikian dilaporkan Laboratorium Propulsi Jet NASA.
Jarak ini hanya dua kali tinggi orbit satelit komunikasi dan sekitar seperlima jarak antara bumi dan bulan. ''Ini sangat dekat,'' ujar astronom Timothy Spahr dari Pusat astrofisika Smithsonian-Harvard, Rabu.
Namun, katanya, tak sedekat jarak yang pernah dicapai meteor kecil FU162 pada 2004, yang hanya berjarak 4.000 mil dari bumi.
Batu luar angkasa yang baru saja melintas ini memiliki diameter antara 69 dan 154 kaki. Planetary Society mengatakan ukuran ini sama dengan asteroid yang jatuh dan meledak di Siberia pada 1908.
Para ahli di Pusat Observasi Siding Spring di Australia mulai menemukan DD45 pada akhir Februari lalu dan mengikuti jejaknya saat masih berjarak sekitar 1 juta mil dari bumi.
Spahr mengatakan dirinya langsung mengetahui sejam setelah penemuan tersebut bahwa asteroid ini tak mengancam bumi.
Batu luar angkasa selanjutnya yang akan melintas dekat dengan bumi adalah asteroid 99942 Apophis berukuran 885 kaki pada 2029. asteroid ini, kata Donald Yeomans dari Program Near-Earth Object NASA, akan melintas dengan jarak 20 ribu mil dari bumi.
Tahun lalu, asteroid 2008 TC3 terbakar di atmosfer bumi di atas afrika, 19 jam setelah asteroid ini ditemukan. Enam jam setelah penemuan, para astronom mengeluarkan peringatan akan kemungkinan jatuhnya astronot. -ap/arp/ahi
Jarak ini hanya dua kali tinggi orbit satelit komunikasi dan sekitar seperlima jarak antara bumi dan bulan. ''Ini sangat dekat,'' ujar astronom Timothy Spahr dari Pusat astrofisika Smithsonian-Harvard, Rabu.
Namun, katanya, tak sedekat jarak yang pernah dicapai meteor kecil FU162 pada 2004, yang hanya berjarak 4.000 mil dari bumi.
Batu luar angkasa yang baru saja melintas ini memiliki diameter antara 69 dan 154 kaki. Planetary Society mengatakan ukuran ini sama dengan asteroid yang jatuh dan meledak di Siberia pada 1908.
Para ahli di Pusat Observasi Siding Spring di Australia mulai menemukan DD45 pada akhir Februari lalu dan mengikuti jejaknya saat masih berjarak sekitar 1 juta mil dari bumi.
Spahr mengatakan dirinya langsung mengetahui sejam setelah penemuan tersebut bahwa asteroid ini tak mengancam bumi.
Batu luar angkasa selanjutnya yang akan melintas dekat dengan bumi adalah asteroid 99942 Apophis berukuran 885 kaki pada 2029. asteroid ini, kata Donald Yeomans dari Program Near-Earth Object NASA, akan melintas dengan jarak 20 ribu mil dari bumi.
Tahun lalu, asteroid 2008 TC3 terbakar di atmosfer bumi di atas afrika, 19 jam setelah asteroid ini ditemukan. Enam jam setelah penemuan, para astronom mengeluarkan peringatan akan kemungkinan jatuhnya astronot. -ap/arp/ahi