rhina1603
31st March 2009, 12:34 PM
Anda bosan dengan kemacetan yang semakin menggila di Jakarta, sementara Busway selalu penuh sesak karena kekurangan armada dan pembangunan monorel hanya menyisakan puluhan “monumen beton” di sepanjang jalan? Pernah membayangkan memiliki mobil yang dapat terbang melewati ribuan motor dan mobil lain yang diam tak bergerak di depan Anda?
Jika ya, mulailah menabung sedari sekarang. Terrafugia, perusahaan asal Massachuset, Amerika Serikat, berencana akan merilis mobil terbang ke pasar pada 2010 mendatang.
Terrafugia adalah perusahaan yang didirikan oleh mahasiswa Massachuset Institute of Technology (MIT) pada 2006. Perusahaan ini memberi nama “Transition” untuk produk yang yang disebutnya sebagai "roadable aircraft", alias pesawat terbang yang dapat dikendarai di jalanan. Bayangkan seperti ini: Anda duduk di belakang setir, mengemudi hingga landa pacu, kemudian membuka sayap dan siap lepas landas!
Terrafugia mengklaim, jika tangki bensin diisi penuh, Anda dapat terbang hingga 500 mil atau sekitar 800 kilometer. Cukup untuk terbang dari Jakarta ke Surabaya. Hebatnya, Anda cukup mengisi bensin beroktan tinggi tanpa timbal ke dalam mobil ini – sejenis Pertamax Plus. Jika sudah mendarat, lipat lagi sayap mobil Anda dan kendarai seperti mobil biasa.
Sejatinya, mobil terbang bukan konsep asli Terrafugia. Konsep ini mungkin sudah menjadi impian umat manusia sejak ditemukannya mobil dan pesawat terbang. Pada 1949, perusahaan bernama Aerocar yang berasal dari Longview, Washington, Amerika Serikat, telah menciptakan enam prototipe mobil terbang. Itulah mobil-mobil terbang pertama di dunia yang tidak pernah diproduksi secara masal. Salah satunya sekarang masih bisa dilihat di Museum Asosiasi Pesawat Eksperimen di Oshkosh, Wisconsin, Amerika Serikat.
Terrafugia sendiri selama tiga tahun ini telah membuat 40 mobil percobaan sebelum memutuskan memproduksinya secara masal. Richard Gersh, vice president business development Terrafugia, optimis Transition generasi pertama sudah bisa dinikmati oleh masyarakat mulai tahun depan.
Rencananya, mobil terbang ini bakal dilepas ke pasar Amerika Serikat seharga 194 ribu dolar atau sekitar Rp 2,5 miliar. Belum jelas SIM jenis apa yang harus Anda miliki untuk membawa terbang mobil ini. Namun otoritas Federal Aviation Administration (FAA) di Amerika Serikat akan meminta pengendaranya memiliki izin menerbangkan pesawat. Hingga sekarang di negeri Abang Sam setidaknya terdaftar 600 ribu pemilik izin terbang.
FAA dan kalangan industri penerbangan di Amerika Serikat saat ini memang tengah mendorong masyarakat di negara itu untuk tertarik mengambil izin terbang. Meski masih tergolong banyak, pemilik izin terbang di Amerika Serikat anjlok sebesar 25 persen dibandingkan era 1980-an.
Untuk menyiasati penurunan drastis ini, FAA mengeluarkan kategori baru untuk pesawat dan penerbangan sport. Izin untuk pilot pesawat sport tidak memerlukan waktu latihan yang lama seperti yang wajib dilakukan oleh pemilik izin pilot pesawat pribadi dan komersial. Namun pemilik izin pilot sport tidak diperbolehkan terbang dari landas pacu yang memiliki menara kontrol penerbangan. Tes kesehatan yang diwajibkan untuk mengambil izin terbang jenis ini juga mirip dengan tes saat mengambil SIM. Izin pilot sport inilah yang nantinya akan dipakai oleh pengguna Transition.
Tentu saja akan perlu banyak penyesuaian saat mobil terbang semacam ini dilepas di belantara jalanan Jakarta atau kota-kota besar lainnya di Indonesia. Alih-alih melepaskan diri dari kemacetan, bisa-bisa Anda malah mengalami kecelakaan lalu-lintas di udara. Atau mungkin konsep sepeda motor terbang lebih sesuai untuk pasar Indonesia?
Jika ya, mulailah menabung sedari sekarang. Terrafugia, perusahaan asal Massachuset, Amerika Serikat, berencana akan merilis mobil terbang ke pasar pada 2010 mendatang.
Terrafugia adalah perusahaan yang didirikan oleh mahasiswa Massachuset Institute of Technology (MIT) pada 2006. Perusahaan ini memberi nama “Transition” untuk produk yang yang disebutnya sebagai "roadable aircraft", alias pesawat terbang yang dapat dikendarai di jalanan. Bayangkan seperti ini: Anda duduk di belakang setir, mengemudi hingga landa pacu, kemudian membuka sayap dan siap lepas landas!
Terrafugia mengklaim, jika tangki bensin diisi penuh, Anda dapat terbang hingga 500 mil atau sekitar 800 kilometer. Cukup untuk terbang dari Jakarta ke Surabaya. Hebatnya, Anda cukup mengisi bensin beroktan tinggi tanpa timbal ke dalam mobil ini – sejenis Pertamax Plus. Jika sudah mendarat, lipat lagi sayap mobil Anda dan kendarai seperti mobil biasa.
Sejatinya, mobil terbang bukan konsep asli Terrafugia. Konsep ini mungkin sudah menjadi impian umat manusia sejak ditemukannya mobil dan pesawat terbang. Pada 1949, perusahaan bernama Aerocar yang berasal dari Longview, Washington, Amerika Serikat, telah menciptakan enam prototipe mobil terbang. Itulah mobil-mobil terbang pertama di dunia yang tidak pernah diproduksi secara masal. Salah satunya sekarang masih bisa dilihat di Museum Asosiasi Pesawat Eksperimen di Oshkosh, Wisconsin, Amerika Serikat.
Terrafugia sendiri selama tiga tahun ini telah membuat 40 mobil percobaan sebelum memutuskan memproduksinya secara masal. Richard Gersh, vice president business development Terrafugia, optimis Transition generasi pertama sudah bisa dinikmati oleh masyarakat mulai tahun depan.
Rencananya, mobil terbang ini bakal dilepas ke pasar Amerika Serikat seharga 194 ribu dolar atau sekitar Rp 2,5 miliar. Belum jelas SIM jenis apa yang harus Anda miliki untuk membawa terbang mobil ini. Namun otoritas Federal Aviation Administration (FAA) di Amerika Serikat akan meminta pengendaranya memiliki izin menerbangkan pesawat. Hingga sekarang di negeri Abang Sam setidaknya terdaftar 600 ribu pemilik izin terbang.
FAA dan kalangan industri penerbangan di Amerika Serikat saat ini memang tengah mendorong masyarakat di negara itu untuk tertarik mengambil izin terbang. Meski masih tergolong banyak, pemilik izin terbang di Amerika Serikat anjlok sebesar 25 persen dibandingkan era 1980-an.
Untuk menyiasati penurunan drastis ini, FAA mengeluarkan kategori baru untuk pesawat dan penerbangan sport. Izin untuk pilot pesawat sport tidak memerlukan waktu latihan yang lama seperti yang wajib dilakukan oleh pemilik izin pilot pesawat pribadi dan komersial. Namun pemilik izin pilot sport tidak diperbolehkan terbang dari landas pacu yang memiliki menara kontrol penerbangan. Tes kesehatan yang diwajibkan untuk mengambil izin terbang jenis ini juga mirip dengan tes saat mengambil SIM. Izin pilot sport inilah yang nantinya akan dipakai oleh pengguna Transition.
Tentu saja akan perlu banyak penyesuaian saat mobil terbang semacam ini dilepas di belantara jalanan Jakarta atau kota-kota besar lainnya di Indonesia. Alih-alih melepaskan diri dari kemacetan, bisa-bisa Anda malah mengalami kecelakaan lalu-lintas di udara. Atau mungkin konsep sepeda motor terbang lebih sesuai untuk pasar Indonesia?