dhira
6th June 2009, 03:50 PM
Kemuliaan manusia terletak pada pikirannya
[PASCAL]
http://blog.teenmentalhealth.org/wp-content/uploads/2008/11/brain.jpg
Pikiran adalah alat ukur yg digunakan manusia untuk memilih sesuatu yg dinilai lebih baik dan lebih menjamin masa depan diri dan keluarganya. Dengan berpikir, kata James Allan, seseorang bisa menentukan pilihannya. Dalam psikologi-sosial, ilmuwan mendefinisikan ' berpikir" sebagai bagaian terpenting yg membedakan manusia dari binatang, tumbuhan dan benda mati. Dgn berpikir, manusia bisa membedakan yang bermanfaat dan tidak bermanfaat; antara yg halal dan yg haram; antara yg positif dan yg negatif. Dengan begitu, ia bisa memilih yang cocok bagi dirinya dan bertanggung jawab atas pilihannya.
Ada kutipan kalimat bijak dari filsahat India kuno, "Hari ini anda tergantung pada pikiran yg datang saat ini. Besok anda di tentukan oleh kemana pikiran membawa anda ". Begitulah kenyataannya. Perasaan dan perbuatan pasti di mulai dari pikiran. Pikiranlah yang menjadi pendorong setiap perbuatan dan dampaknya. Pikiranlah yg menentukan kondisi jiwa, tubuh, kepribadian dan rasa percaya diri.
Dalam Aladdin Factor karya Jack Canfield dan Mark Viktor ditemukan informasi yg menghentak kesadaran. Dalam buku itu disebutkan bahwa setiap hari manusia menghadapi lebih dari 60.000 pikiran.Satu2nya yg dibutuhkan sejumlah besar pikiran ini adalah pengarahan. Jika arah yg ditentukan bersifat negatif maka sekitar 60.000 pikiran akan keluar dari memori kearah negatif. Sebaliknya, jika pengarahannya positif maka sejumlah pikiran yang sama juga akan keluar dari ruang memori kearah yg positif.
Pada 1986,penelitian Fak. Kedokteran di San Francisco menyebutkan bahwa lebih dari 80% pikiran manusia bersifat negatif. Hasil penelitian ini memperkuat pernyataan bahwa nafsu cenderung menyuruh pada keburukan. Dengan hitung2an sederhana, 80% dari 60.000 pikiran, berarti setiap hari kita memiliki 48.000 pikiran negatif. Semua itu turut mempengaruhi perasaan, perilaku, serta penyakit yang mendera jiwa dan raga. Jika demikian, kita harus ekstra hati-hati dalam memilih pikiran di benak kita.
Sekarang ada pertanyaan : Ketika kamu merasa lapar dan dihadapan kamu tersaji tiga menu : makanan rumahan, makanan hotel berbintang lima, dan makanan dari keranjang sampah. Mana yang akan di pilih ?
dari pertanyaan diatas pasti tak seorangpun memilih makanan dari keranjang sampah. Ada yg memilih makanan rumahan dan ada yg memilih makanan hotel berbintang. Mengapa demikian ?
Karena, setiap org sangat memperhatikan kelangsungan hidupnya. Tak seorang pun memilih sesuatu yg berdampak negatif bagi kelangsungan hidupnya.
Jika manusia benar2 tdk ingin meletakkan sesuatu yg berbahaya dlm tubuhnya, mengapa ia mengisi pikirannya dengan hal2 yg berpengaruh negatif pd setiap aspek hidupnya, termasuk kesehatan jiwa dan raganya? Mengapa ia memberi gizi pikirannya dari keranjang sampah ? Hal ini bergantung pada proses sebelumnya: orang tua, keluarga, lingkungan, sekolah, dan media informasi.
Jadi, kita hampir tidak punya pilihan gizi untuk pikiran dan proses perkembangannya. Kini saatnya kita memlih berbagai pikiran seperti halnya kita memilih makanan yang kita santap dan pakaian yang kita kenakan. Untuk mewujudkan itu semua, kita harus tetap tawakal pada Tuhan. kita mulai dari memahami arti pikiran dan kekuatannya. Pikiran adalah kekuatan.
Sumber :Terapi berpikir positif-Dr.Ibrahim Elfiky- Zaman
---------------------------------------------------------------
Pls welcome to my Blog : http://goodhealthychoice4us.blogspot.com/2009/05/testimoni-kesaksian.html
[PASCAL]
http://blog.teenmentalhealth.org/wp-content/uploads/2008/11/brain.jpg
Pikiran adalah alat ukur yg digunakan manusia untuk memilih sesuatu yg dinilai lebih baik dan lebih menjamin masa depan diri dan keluarganya. Dengan berpikir, kata James Allan, seseorang bisa menentukan pilihannya. Dalam psikologi-sosial, ilmuwan mendefinisikan ' berpikir" sebagai bagaian terpenting yg membedakan manusia dari binatang, tumbuhan dan benda mati. Dgn berpikir, manusia bisa membedakan yang bermanfaat dan tidak bermanfaat; antara yg halal dan yg haram; antara yg positif dan yg negatif. Dengan begitu, ia bisa memilih yang cocok bagi dirinya dan bertanggung jawab atas pilihannya.
Ada kutipan kalimat bijak dari filsahat India kuno, "Hari ini anda tergantung pada pikiran yg datang saat ini. Besok anda di tentukan oleh kemana pikiran membawa anda ". Begitulah kenyataannya. Perasaan dan perbuatan pasti di mulai dari pikiran. Pikiranlah yang menjadi pendorong setiap perbuatan dan dampaknya. Pikiranlah yg menentukan kondisi jiwa, tubuh, kepribadian dan rasa percaya diri.
Dalam Aladdin Factor karya Jack Canfield dan Mark Viktor ditemukan informasi yg menghentak kesadaran. Dalam buku itu disebutkan bahwa setiap hari manusia menghadapi lebih dari 60.000 pikiran.Satu2nya yg dibutuhkan sejumlah besar pikiran ini adalah pengarahan. Jika arah yg ditentukan bersifat negatif maka sekitar 60.000 pikiran akan keluar dari memori kearah negatif. Sebaliknya, jika pengarahannya positif maka sejumlah pikiran yang sama juga akan keluar dari ruang memori kearah yg positif.
Pada 1986,penelitian Fak. Kedokteran di San Francisco menyebutkan bahwa lebih dari 80% pikiran manusia bersifat negatif. Hasil penelitian ini memperkuat pernyataan bahwa nafsu cenderung menyuruh pada keburukan. Dengan hitung2an sederhana, 80% dari 60.000 pikiran, berarti setiap hari kita memiliki 48.000 pikiran negatif. Semua itu turut mempengaruhi perasaan, perilaku, serta penyakit yang mendera jiwa dan raga. Jika demikian, kita harus ekstra hati-hati dalam memilih pikiran di benak kita.
Sekarang ada pertanyaan : Ketika kamu merasa lapar dan dihadapan kamu tersaji tiga menu : makanan rumahan, makanan hotel berbintang lima, dan makanan dari keranjang sampah. Mana yang akan di pilih ?
dari pertanyaan diatas pasti tak seorangpun memilih makanan dari keranjang sampah. Ada yg memilih makanan rumahan dan ada yg memilih makanan hotel berbintang. Mengapa demikian ?
Karena, setiap org sangat memperhatikan kelangsungan hidupnya. Tak seorang pun memilih sesuatu yg berdampak negatif bagi kelangsungan hidupnya.
Jika manusia benar2 tdk ingin meletakkan sesuatu yg berbahaya dlm tubuhnya, mengapa ia mengisi pikirannya dengan hal2 yg berpengaruh negatif pd setiap aspek hidupnya, termasuk kesehatan jiwa dan raganya? Mengapa ia memberi gizi pikirannya dari keranjang sampah ? Hal ini bergantung pada proses sebelumnya: orang tua, keluarga, lingkungan, sekolah, dan media informasi.
Jadi, kita hampir tidak punya pilihan gizi untuk pikiran dan proses perkembangannya. Kini saatnya kita memlih berbagai pikiran seperti halnya kita memilih makanan yang kita santap dan pakaian yang kita kenakan. Untuk mewujudkan itu semua, kita harus tetap tawakal pada Tuhan. kita mulai dari memahami arti pikiran dan kekuatannya. Pikiran adalah kekuatan.
Sumber :Terapi berpikir positif-Dr.Ibrahim Elfiky- Zaman
---------------------------------------------------------------
Pls welcome to my Blog : http://goodhealthychoice4us.blogspot.com/2009/05/testimoni-kesaksian.html