PDA

View Full Version : Depresi & Penyakit Jantung Berkaitan Erat


rini.astuti
14th October 2008, 07:19 PM
JAKARTA--Depresi tanpa disadari merupakan salah satu penyakit serius yang sering menimpa manusia dengan beragam gejala. Menurut data yang dikutip dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukan depresi merupakan penyakit nomor empat di dunia dan diperkirakan menjadi nomor dua pada tahun 2020.

"Sekitar 20-30% pasien berkunjung ke Klinik umum mengalami depresi," ungkap, Staf Pengajar Psikiatri FKUI, Dr. Suryo Dharmono, SpKJ pada acara media edukasi yang disenggarakan Wyeth di Jakarta, Selasa (14/10).

Menurut Suryo, seseorang yang mengalami depresi akan mengganggu aktivitas manusia. Kecenderung merasa lemah, cemas, tidak berguna dan tak berdaya merupakan ciri dari penyakit tersebut.

Hal tersebut diakibatkan dua hal yakni, genetis dan lingkungan. Secara biologis,turunan dari orang tua pasien pernah mengalami depresi, terkena penyakit berat dan menurunnya produksi hormon serotonin.

Sedangkan faktor lingkungan, pasien mengalami trauma, dukungan sosial yang kurang, kesalahan pola asuh dan kehilangan sosok yang dicintai.

"Studi tentang depresi pada pasien penyakit jantung menunjukan angka 18%-60% pasien menderita depresi dan hal tersebut meningkatkan angka mortalitas dan morbilitas pada pasien penyakit jantung," ungkapnya.

Menurutnya, pasien penyakit jantung yang mengalami depresi akan memperlambat kesembuhan, proses terapi terganggu, memperberat gejala fisik dan menyebabkan kematian.

"Hal tersebut dikarenakan secara patologik, depresi menganggu prilaku dan sikap penderitanya," ungkapnya.

Dia mencontohkan, pasien yang mengalami stroke akan merasa fisiknya menjadi lemah. Akibatnya secara psikologis menganggu pikiran untuk sembuh.

"Itu yang berbahaya, karena pasien tidak menyadari dia mengalami depresi," tegasnya.

Untuk itu diperlukan semacam penanganan terpadu bagi penderita depresi. Terapi psikologis dan obat diperlukan untuk membantu kesembuhan penderita.

Menurutnya,melakukan aktivitas yang disenangi mencegah seseorang mengalami depresi. "Hindari hidup yang unpredictable dan usahakan untuk terus beraktivitas," tegasnya. (cr2/ri)