INDAH FASHION
18th June 2009, 12:08 PM
Bahagia, ada pada Jiwa yang Bisa Bersyukur
Posted by: "Junaedi Junaedi"
Apakah anda pernah membayangkan menulis buku bukan dengan tangan, kaki atau
anggota tubuh lainnya? Bayangkan kalau anda menulis dengan kelopak mata
kiri? Jika Anda mengatakan itu hal yang mustahil untuk dilakukan, Anda
tentu belum mengenal orang yang bernama Jean-Dominique Bauby. Seorang
pemimpin redaksi majalah Elle, majalah kebanggaan Prancis yang digandrungi
wanita seluruh dunia.
Betapa mengagumkan semangat hidup dan tekad maupun kemauannya untuk menulis
dan membagikan kisah hidupnya yang begitu luar biasa. Ia meninggal tiga
hari setelah bukunya diterbitkan. Setelah tahu apa yang dialami si Jean
dalam menempuh hidup ini, Anda pasti akan berpikir, "Berapa pun problem dan
beban hidup kita semua, hampir tidak ada artinya dibandingkan dengan si
Jean!"
Tahun 1995, ia terkena stroke yang menyebabkan seluruh tubuhnya lumpuh. Ia
mengalami apa yang disebut locked-in syndrome, kelumpuhan total yang
disebutnya "Seperti pikiran di dalam botol". Memang ia masih dapat berpikir
jernih tetapi sama sekali tidak bisa berbicara maupun bergerak. Satu-satunya
otot yang masih dapat diperintahnya adalah kelopak mata kirinya. Jadi
itulah cara dia berkomunikasi dengan para perawat, dokter rumah sakit,
keluarga dan temannya.
Begini cara Jean menulis buku. Mereka (keluarga, perawat, teman- temannya)
menunjukkan huruf demi huruf dan si Jean akan berkedip apabila huruf yang
ditunjukkan adalah yang dipilihnya. "Bukan main," kata Anda.
Ya, itu juga reaksi semua yang membaca kisahnya. Buat kita, kegiatan
menulis mungkin sepele dan menjadi hal yang biasa. Namun, kalau kita
disuruh "menulis" dengan cara si Jean, barang kali kita harus menangis dulu
berhari-hari dan bukan buku yang jadi, tapi mungkin meminta ampun untuk
tidak disuruh melakukan apa yang dilakukan Jean dalam pembuatan bukunya.
Tahun 1996 ia meninggal dalam usia 45 tahun setelah menyelesaikan memoarnya
yang ditulisnya secara sangat istimewa. Judulnya, "Le Scaphandre" et le
Papillon (The Bubble and the Butterfly).
Jean adalah contoh orang yang tidak menyerah pada... selengkapnya di
web.maximart .co.cc
Slam sukses,
Junaedi
Posted by: "Junaedi Junaedi"
Apakah anda pernah membayangkan menulis buku bukan dengan tangan, kaki atau
anggota tubuh lainnya? Bayangkan kalau anda menulis dengan kelopak mata
kiri? Jika Anda mengatakan itu hal yang mustahil untuk dilakukan, Anda
tentu belum mengenal orang yang bernama Jean-Dominique Bauby. Seorang
pemimpin redaksi majalah Elle, majalah kebanggaan Prancis yang digandrungi
wanita seluruh dunia.
Betapa mengagumkan semangat hidup dan tekad maupun kemauannya untuk menulis
dan membagikan kisah hidupnya yang begitu luar biasa. Ia meninggal tiga
hari setelah bukunya diterbitkan. Setelah tahu apa yang dialami si Jean
dalam menempuh hidup ini, Anda pasti akan berpikir, "Berapa pun problem dan
beban hidup kita semua, hampir tidak ada artinya dibandingkan dengan si
Jean!"
Tahun 1995, ia terkena stroke yang menyebabkan seluruh tubuhnya lumpuh. Ia
mengalami apa yang disebut locked-in syndrome, kelumpuhan total yang
disebutnya "Seperti pikiran di dalam botol". Memang ia masih dapat berpikir
jernih tetapi sama sekali tidak bisa berbicara maupun bergerak. Satu-satunya
otot yang masih dapat diperintahnya adalah kelopak mata kirinya. Jadi
itulah cara dia berkomunikasi dengan para perawat, dokter rumah sakit,
keluarga dan temannya.
Begini cara Jean menulis buku. Mereka (keluarga, perawat, teman- temannya)
menunjukkan huruf demi huruf dan si Jean akan berkedip apabila huruf yang
ditunjukkan adalah yang dipilihnya. "Bukan main," kata Anda.
Ya, itu juga reaksi semua yang membaca kisahnya. Buat kita, kegiatan
menulis mungkin sepele dan menjadi hal yang biasa. Namun, kalau kita
disuruh "menulis" dengan cara si Jean, barang kali kita harus menangis dulu
berhari-hari dan bukan buku yang jadi, tapi mungkin meminta ampun untuk
tidak disuruh melakukan apa yang dilakukan Jean dalam pembuatan bukunya.
Tahun 1996 ia meninggal dalam usia 45 tahun setelah menyelesaikan memoarnya
yang ditulisnya secara sangat istimewa. Judulnya, "Le Scaphandre" et le
Papillon (The Bubble and the Butterfly).
Jean adalah contoh orang yang tidak menyerah pada... selengkapnya di
web.maximart .co.cc
Slam sukses,
Junaedi