valentin
10th July 2009, 03:31 PM
Kunci untuk menyelesaikan konflik adalah mengakui dan memuaskan prioritas tertinggi seseorang, sambil membuat kelonggaran pada prioritas terendah. Berikut ini adalah bagaimana cara untuk anda melakukannya:
http://www.perempuan.com/new/_imgcontent/images/10709_career_win-win.jpg
- Kendalikan Emosi.
Biarkan setiap orang melepaskan kemarahannya, pelepasan emosi membuat anda bisa menuju ke sebuah solusi. Membantu untuk menyepakati aturan dasar (seperti tidak menyela, mendengarkan dengan seseksama mungkin, dan mencoba melihat sudut pandang orang lain)
untuk membentuk suatu ketentuan yang saling menghormati dan adil.
- Jelaskan posisi anda.
Cobalah untuk memahami pandangan kelompok lain tanpa membuat penilaian atau menyalahkan. Jaga posisi awal tawar-menawar anda beralasan dan realistis, daripada meminta terlalu banyak secepatnya. Jika anda dikritik, jangan terpancing. Kemukakan aturan dasar dan berjalan
terus dengan cepat.
- Gali lebih dalam dengan pertanyaan-pertanyaan "Kenapa".
cari tahu kebutuhan orang lain--apakah lebih bernilai dari yang lainnya? Hal ini akan memberikan dasar untuk memberikan usulan untuk menjual. Misalnya, anda mencoba untuk bernegosiasi bekerja dari rumah tapi atasan anda mengatakan tidak karena menentang "kebijakan perusahaan," minta keterangan mengenai alasan untuk kebijakan tersebut. Apakah perusahaan takut mengambil keuntungan dari aturan yang lebih fleksibel dengan tidak bekerja keras atau mengambil istirahat yang panjang? (Kemudian anda bisa memberikan alternatif saran yang memenuhi perhatian tersebut; misalnya, menawarkan jam kerja ekstra
untuk menukar waktu yang tersimpan, mengusulkan beberapa hari percobaan, dsb.)
- Hasilkan alternatif.
Bersama-sama, keluarkan sebanyak mungkin resolusi potensial yang anda bisa sebelum mengevaluasinya. Pertimbangkan kombinasi dari saran yang berbeda. Pastikan untuk menekankan bahwa anda juga peduli memenuhi kebutuhan mereka. Lalu persempit pilihan menjadi beberapa yang kedua kelompok merasa nyaman untuk mendiskusikannya.
- Sepakat pada "win-win" negosiasi yang terbaik.
Gambarkan apa yang akan didapatkan orang lain ketika anda mengusulkan solusi. Bantu mereka merasa nyaman membuat kelonggaran--lepaskan beberapa poin ketika ada alasan, dan ungkapkan apresiasi anda ketika anda telah mendapatkan hasil.
so, find it yach wekekekeke...
http://www.perempuan.com/new/_imgcontent/images/10709_career_win-win.jpg
- Kendalikan Emosi.
Biarkan setiap orang melepaskan kemarahannya, pelepasan emosi membuat anda bisa menuju ke sebuah solusi. Membantu untuk menyepakati aturan dasar (seperti tidak menyela, mendengarkan dengan seseksama mungkin, dan mencoba melihat sudut pandang orang lain)
untuk membentuk suatu ketentuan yang saling menghormati dan adil.
- Jelaskan posisi anda.
Cobalah untuk memahami pandangan kelompok lain tanpa membuat penilaian atau menyalahkan. Jaga posisi awal tawar-menawar anda beralasan dan realistis, daripada meminta terlalu banyak secepatnya. Jika anda dikritik, jangan terpancing. Kemukakan aturan dasar dan berjalan
terus dengan cepat.
- Gali lebih dalam dengan pertanyaan-pertanyaan "Kenapa".
cari tahu kebutuhan orang lain--apakah lebih bernilai dari yang lainnya? Hal ini akan memberikan dasar untuk memberikan usulan untuk menjual. Misalnya, anda mencoba untuk bernegosiasi bekerja dari rumah tapi atasan anda mengatakan tidak karena menentang "kebijakan perusahaan," minta keterangan mengenai alasan untuk kebijakan tersebut. Apakah perusahaan takut mengambil keuntungan dari aturan yang lebih fleksibel dengan tidak bekerja keras atau mengambil istirahat yang panjang? (Kemudian anda bisa memberikan alternatif saran yang memenuhi perhatian tersebut; misalnya, menawarkan jam kerja ekstra
untuk menukar waktu yang tersimpan, mengusulkan beberapa hari percobaan, dsb.)
- Hasilkan alternatif.
Bersama-sama, keluarkan sebanyak mungkin resolusi potensial yang anda bisa sebelum mengevaluasinya. Pertimbangkan kombinasi dari saran yang berbeda. Pastikan untuk menekankan bahwa anda juga peduli memenuhi kebutuhan mereka. Lalu persempit pilihan menjadi beberapa yang kedua kelompok merasa nyaman untuk mendiskusikannya.
- Sepakat pada "win-win" negosiasi yang terbaik.
Gambarkan apa yang akan didapatkan orang lain ketika anda mengusulkan solusi. Bantu mereka merasa nyaman membuat kelonggaran--lepaskan beberapa poin ketika ada alasan, dan ungkapkan apresiasi anda ketika anda telah mendapatkan hasil.
so, find it yach wekekekeke...