PDA

View Full Version : Gara-gara Kodok, Empat Mata Dihentikan Siarannya


ernaztari17
5th November 2008, 10:27 AM
2008 Nov 4
http://4.bp.blogspot.com/_LBiBm3RTkQQ/SRBX037eG6I/AAAAAAAABtM/Y7ZRZEHbQ7w/s400/empatmata.JPG
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pusat memutuskan untuk menghentikan program acara Empat Mata yang ditayangkan Trans7. Penghentian tersebut karena acara itu dinilai tidak pantas dan melanggar standar program siaran.

"Sejak hari ini, Selasa, KPI memberikan sanksi administratif berupa penghentian selama satu bulan. Jika ingin disiarkan kembali, masa satu bulan tersebut untuk evaluasi dan konsolidasi," kata Ketua KPI Pusat Sasa Djuarsa Sendjaja, dalam jumpa pers di Kantor KPI, Jakarta, Selasa (4/11).

Sasa menuturkan, sebelumnya KPI telah memberikan teguran sebanyak tiga kali. Teguran tersebut ditayangkan pada 5 Mei 2007, 27 September 2007, dan 25 Agustus 2008. Namun, pada tayangan 29 Oktober 2008 dalam episode Sumanto, mantan pemakan mayat, kembali ditemukan pelanggaran. "Dalam salah satu adegan ada bintang tamu yang memakan hewan kodok hidup-hidup sehingga dinilai telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran," ujar Sasa.

Menurut Sasa, penghentian acara yang dipandu oleh Tukul Arwana itu juga berdasarkan keluhan yang sangat gencar dari masyarakat. Untuk itu, tuturnya, KPI menindaklanjuti aduan tersebut dengan berdasarkan pelanggaran isi siaran.

Selanjutnya, apabila Trans7 tidak memenuhi keputusan ini, KPI akan memberikan sanksi lebih lanjut sesuai ketentuan Undang-Undang Penyiaran. "Jika tetap dilanggar, KPI akan memberikan denda dan jika tetap dilanggar lagi akan diberikan pencabutan izin siaran," tuturnya. (kompas)

200785
5th November 2008, 11:34 AM
untung'y qu ga terlalu suka ma 4 mata...
jd ga masalah deh...

setyowati79
5th November 2008, 08:50 PM
Alah KPI.....

masa orang makan kodok hidup2 kok ya gak sesuai dengan pedoman penyiaran....

4mata kan tayangnya bukan di jam tayang primetime dimana anak2 masih belum tidur......

ada2 aja KPI....dasar kurang kerjaan......:(

200785
6th November 2008, 09:16 AM
Alah KPI.....

masa orang makan kodok hidup2 kok ya gak sesuai dengan pedoman penyiaran....

4mata kan tayangnya bukan di jam tayang primetime dimana anak2 masih belum tidur......

ada2 aja KPI....dasar kurang kerjaan......:(

kayak 'y anak" skg pada suka bgadang deh... apalagi klo dah py fasilitas sendiri buat nonton d kamar 'y...

serem jg bu...

tayangan d televisi itu emang kbanyakan ga bermutu n bisa 'y cuma jiplak" doank...

payah niy tayangan TV d kita,..

setyowati79
6th November 2008, 02:04 PM
ya kalau begitu cabut dong fasilitas tv di kamar anak....hehehe

klo 4mata kan sekedar buat lucu2an melepas penat n jenuh plus stress sama kerjaan di kantor.......dulu jaman aku di ternate, aku bela2in nonton 4mata jam 12 malam WIT!!!!

tapi klo buat aku sih emang orang2 indo rada2 munafik n kurang kerjaan.....

klo gak mau anak2nya nonton tayangan yang nggak2.....ya jgn taro tv di kamar anak.....anak hanya boleh nonton pada jam tertentu dengan ditemani oleh orang dewasa.....gampangkan.....paling2 yang complain ya produsen tv....pemasarannya jeblok.....:D

makanya ibu2 semua.....please open ur eyes n wider ur knowledge.....jgn hanya jadi katak dalam tempurung :D

halte
6th November 2008, 04:30 PM
ya kalau begitu cabut dong fasilitas tv di kamar anak....hehehe

klo 4mata kan sekedar buat lucu2an melepas penat n jenuh plus stress sama kerjaan di kantor.......dulu jaman aku di ternate, aku bela2in nonton 4mata jam 12 malam WIT!!!!

tapi klo buat aku sih emang orang2 indo rada2 munafik n kurang kerjaan.....

klo gak mau anak2nya nonton tayangan yang nggak2.....ya jgn taro tv di kamar anak.....anak hanya boleh nonton pada jam tertentu dengan ditemani oleh orang dewasa.....gampangkan.....paling2 yang complain ya produsen tv....pemasarannya jeblok.....:D

makanya ibu2 semua.....please open ur eyes n wider ur knowledge.....jgn hanya jadi katak dalam tempurung :D

saya nggak setuju dengan cara berpikir Anda. KPI udah di jalur yang bener. Coba dibayangkan kalau anak kita menonton orang makan kodok di televisi, trus besoknya dia juga makan kodok di halaman rumah, gimana coba. Siapa sih yang katak dalam tempurung? Tolong hati-hatilah bicara...

nyo
6th November 2008, 04:36 PM
saya setuju dengan mba delta. jangan tuduh KPI munafik dan kurang kerjaan, itu hanya keluar pikiran orang yg mau menang sendiri. biasanya orang suka menang sendiri merasa dirinya paling hebat dan suka menyalahkan orang lain...

setyowati79
6th November 2008, 04:58 PM
saya nggak setuju dengan cara berpikir Anda. KPI udah di jalur yang bener. Coba dibayangkan kalau anak kita menonton orang makan kodok di televisi, trus besoknya dia juga makan kodok di halaman rumah, gimana coba. Siapa sih yang katak dalam tempurung? Tolong hati-hatilah bicara...

wah, kok jadi sewot sih mbak, keep cool dong
hehehe

maksud aku, harusnya KPI kasih surat peringatan aja, gak usah di banned....

klo mbak mau cari contoh yang lebih parah, banyak kok mbak.....

sinetron2 yang tayang di banyak TV swasta banyak yang gak masuk di akal.....misalnya sinetron misterinya indosiar dan TPI

maksudnya katak dalam tempurung, coba deh mbak2 di sini rajin2 buka web tentang pengasuhan anak or psikologi dan perkembangan anak.

yang bisa mengerti, mendidik dan mengatur anak kita ya kita sendiri

jadi, klo kita gak mau anak2 kita tercemar oleh hal2 yang tidak kita inginkan, ya jgn pernah membuka kesempatan bagi anak2 kita untuk mendapatkan akses ke arah tersebut. Atau, klo sudah terlanjur, ya kasih pengertian dalam bahasa yang mudah untuk dimengerti oleh anak2 kita.:D

setyowati79
6th November 2008, 09:47 PM
Sisi Rasional dan Logika Harus Dimunculkan
/Kamis, 6 November 2008 | 21:23 WIB
SLEMAN, KAMIS- Sisi rasional dan logika yang menyehatkan dan mendidik harus dimunculkan dalam film-film nasional, terutama sinetron. Masyarakat tak perlu menghabiskan waktu demi melihat mimpi dan kemewahan yang tidak jelas.

Hal itu dikatakan sineas senior Deddy Mizwar dalam seminar Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Peningkatan Kualitas Tayangan TV, di kampus Multi Media Training Centre (MMTC), Kamis (6/11).

Deddy prihatin dengan film dan sinetron yang jalan ceritanya dangkal. Tayangan seperti itu sama sekali tak mengusung makna, dan pengerjaan skenarionya instan. "Gaya hidup yang dipa parkan hanya menciptakan obsesi, bukan proses," ujar Deddy.

Ia menyebut pernah ada sinetron tentang anak muda berumur 20-an tahun. Dikisahkan anak muda itu kaya, cakep, punya mobil dan rumah bagus, serta dikelilingi sejumlah cewek cantik.

Menurut Deddy, sekelumit paparan itu sudah menyiratkan rendahnya kualitas. Mengapa tidak diceritakan alasan anak muda itu sukses di usia amat muda. Orang ini apa kerjanya? Hal-hal seperti ini tak pernah disentuh. "Artinya, film itu tidak menghadirkan proses, hanya menjual obsesi dan mimpi," ucapnya.

Di lain cerita, ada film dan sinetron horor yang menggeber tentang hantu. Sayangnya, yang tertangkap di benak adalah pendekatan agama selalu dilakukan dengan bingkai mistis. Ini pembodohan, yang parahnya malah saja ada penggemarnya.

Serangkaian tidak berkualitasnya tayangan, terang Deddy, berawal dari penulisan skenario yang instan dan apa adanya. Skenario film yang akhirnya diakui berkualitas, para kru pemikirnya, pasti melewati tahap yang melelahkan dan membosankan.

Arianto (25), karyawan swasta yang hadir di seminar itu berpendapat, sinetron atau film yang tidak masuk akal tak pernah ditontonnya. "Saya berandai-andai, mengapa tidak film indie saja yang ditayangkan di televisi," ujar Arianto

ernaztari17
7th November 2008, 09:40 AM
yang penting kita ambil positifnya aja..!!
jaga,sayangilah,dampingilah dan ajarilah anak2 kita supaya bisa belajar dengan baik :):)
GOOD JOB;)

200785
7th November 2008, 09:48 AM
klo kita sebagai orangtua udah memprotect anak dari dampak negatif 'y teknologi, tapi klo lingkungan 'y masih memungkinkan memberi celah sedikit saja pada anak, akibat 'y fatal jg...
so, bukan orangtua dan keluarga za yg harus aktif dlm melindungi anak...
buat orang" yg per TV 'an, tolong pikirin dampak negatif 'y buat masyarakat...
jgn cuma mau untung 'y za...

anyway, peace za lah...

setyowati79
7th November 2008, 11:44 AM
yang penting kita ambil positifnya aja..!!
jaga,sayangilah,dampingilah dan ajarilah anak2 kita supaya bisa belajar dengan baik :):)
GOOD JOB;)

:cool:agree jeung

kriuk
7th November 2008, 02:17 PM
Sepakat. Mari kita ikuti anjuran Sunardian Wirodono, sang penulis buku "Matikan TVmu! Teror Media Televisi di Indonesia". Kalau kita gerah dan geram dengan tayangan di televisi karena kita menilai tidak mendidik, membodohi, dst... dsb... (hehe..silakan mengisi sendiri), jangan biarkan diri Anda didikte oleh media. Matikan saja televisi anda, atau pindahkan saluran televisi anda (hehe..mudah2an di saluran yang lain lebih baik tayangannya). Kita lah yang menentukan tayangan seperti apa yang kita butuhkan dan perlu disimak.

terus, kalau ada yang berkomentar,ya.... kalau tv-nya dimatikan, sepi dong!
hehe...ini pilihan kok....bagaimana baiknya, itu terserah Anda;)

damai, cing!:)

yasmin
8th November 2008, 10:11 PM
Lho sudah toh namanya juga pendapat pasti ada yang pro dan kontra, tapi ga usah jadi pada panas dong cool aja kali kita nich kan teman.. Masukan2 itu pada intinya selalu berusaha yang positif... ya tapi itu smua kan tergantung dari mana kita menyikapinya...ya jeung...:)

Oce smua cool n damai aja dech...he..he..:D:)

kriuk
11th November 2008, 10:30 AM
Lho sudah toh namanya juga pendapat pasti ada yang pro dan kontra, tapi ga usah jadi pada panas dong cool aja kali kita nich kan teman.. Masukan2 itu pada intinya selalu berusaha yang positif... ya tapi itu smua kan tergantung dari mana kita menyikapinya...ya jeung...:)

Oce smua cool n damai aja dech...he..he..:D:)

okay, peace:)

setyowati79
11th November 2008, 12:58 PM
se7 sama pendapatnya mbak yasmin n mbak kriuk http://www.laymark.com/i/m/m164.gif (http://www.laymark.com)

puloma
19th November 2008, 03:17 PM
sayangnya cuma Tukul yg diprmasalahkan (gw setuju nih tayangan dihentikan, omongannya terlalu vulgar) tapi kok sinetron yg jelas2 pernah kena teguran malah tetap tayang ya? belum lagi program laen yg gak layak di tonton seperti Buser, Sergap, dll bukannya spekulasi, tapi kayaknya SCTV ma RCTI kebal teguran ya? yg laen aja kena tegur (Extravaganza, Ceriwis-Trans TV; Supermama-Indosiar)

wannaluvecho
19th November 2008, 05:06 PM
klo mau di komplain jangan cuma empat mata, sinetron ng menceriktakan ank2 SMP bahkan SD sudah pacaran dan gaya pakaian mereka itu jg sangat mempengaruhi anak2 skrng, jam tayang itu pagi hari knp ga di komplain???:confused:

ndul'smom
9th December 2008, 10:14 AM
terus terang aku cuma beberapa kali nonton 4mata (krn penasaran) di youtube, emang seh ada kata kata yg rada "kasar/vulgar..? (you name it lah)
KPI memang hanya menjalankan tugasnya. hanya saja mestinya KPI juga mesti bersikap fair, dengan memberikan teguran ke tayangan tayangan gak mendidik lainnya.

sedangkan berkaitan dengan tayangan yang child friendly... batasan tiap orang kan beda ya,( lagian gak cuman tayangan di tv deh, games2 yang banyak mengandung unsur violence juga banyak banget..). dan kurasa kontrol ada di tangan orang tua, orang tua yang mustinya mengawasi anak2 mereka sebaik mungkin.
saya pribadi paling sebal dengan tayangan yang ada unsur kekerasannya, banyak drama keluarga yang ada adegan tampar menamparnya. bahkan siang siang pun iklan sinetron/film tsb bisa memuat adegan tsb. jadi saya selalu menemani anak nonton tv. atau kalau cari aman, ya wes yg kusetel channel anak atau pertanian saja.
peace.....

ernaztari17
10th December 2008, 10:53 AM
klo mau di komplain jangan cuma empat mata, sinetron ng menceriktakan ank2 SMP bahkan SD sudah pacaran dan gaya pakaian mereka itu jg sangat mempengaruhi anak2 skrng, jam tayang itu pagi hari knp ga di komplain???:confused:

bener banget jeung wanna...sinetron2 ABG sekarang banyak yang engga mendidik...masa kesekolah aja dandanannya kaya mau pergi ke pesta..!! :eek: