Erin
25th July 2008, 05:29 PM
Obsessive Compulsive Disorder atau OCD adalah suatu penyakit yang menyerang bagian mental atau jiwa yang ditandai dengan adanya pemikiran yang selalu berulang-ulang (Obsessive) serta tingkah laku yang sering dilakukan berulang (Compulsive). Pada saat-saat tertentu penderita menyadari bahwa hal-hal yang ia lakukan adalah berlebihan. Tetapi mereka tidak bisa menghindari dan mengontrol kebiasaan tersebut. Namun, hal ini tidak berlangsung setiap saat, ada saatnya penderita bersifat sederhana dan menganggap tidak ada masalah.
Penderita OCD umumnya sewaktu masa remaja atau awal masa kanak-kanak yang biasanya terjadi pada usia 10 tahun, dan pada orang dewasa pada umumnya sekitar umur 21 sampai 36 tahun. Penderita dialami oleh pria dan wanita, pada pria umumnya OCD dialami pada masa kanak-kanak dan pada wanita umumnya pada usia dua puluhan. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan pengaruh OCD antara lain:
1. Keturunan (genetik), bila terdapat salah satu bagian keluarga yang memiliki sejarah dengan OCD maka akan meningkatkan perkembangan OCD itu sendiri.
2. Organik, masalah-masalah tertentu pada otak.
3. Lingkungan, beberapa peneliti menyatakan bahwa OCD berasal dari kebiasaan perilaku dari waktu ke waktu.
4. Konflik, mereka yang menderita OCD biasanya sedang menghadapi sebuah konflik jiwa menyangkut masalah hidup. Seperti hubungan suami istri, percaya diri, dll. Yang nantinya akan memunculkan tekanan dan akan timbul gejala dari OCD itu sendiri.
Terkadang sulit untuk mengidentifikasi adanya OCD pada diri kita. Umumnya penderita OCD beberapa gejala, diantaranya:
1. Ada preokupasi dengan detail, aturan, daftar, urutan, organisasi (jadwal) sehingga tujuan utama kegiatan terlupakan. (Preokupasi = yang dilakukan harus sempurna)
2. Melakukan perbuatan secara berulang atau berlebihan (keterlaluan dalam kebersihan, memeriksa berkali-kali, terlalu patuh pada peraturan)
3. Tidak mampu membuang barang-barang bekas atau tidak berharga, bahkan jika barang-barang itu tidak mempunyai nilai sentimental
4. Menunjukkan rigiditas (kekakuan) dan kekeraskepalaan
5. Merasa gelisah, was-was, resah
Nb. Utk pembaca yg mempunyai informasi atau pengalaman tentang OCD termasuk obat atau terapi penyembuhannya, mohon berbagi pengalaman dgn saya. Trims..
Penderita OCD umumnya sewaktu masa remaja atau awal masa kanak-kanak yang biasanya terjadi pada usia 10 tahun, dan pada orang dewasa pada umumnya sekitar umur 21 sampai 36 tahun. Penderita dialami oleh pria dan wanita, pada pria umumnya OCD dialami pada masa kanak-kanak dan pada wanita umumnya pada usia dua puluhan. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan pengaruh OCD antara lain:
1. Keturunan (genetik), bila terdapat salah satu bagian keluarga yang memiliki sejarah dengan OCD maka akan meningkatkan perkembangan OCD itu sendiri.
2. Organik, masalah-masalah tertentu pada otak.
3. Lingkungan, beberapa peneliti menyatakan bahwa OCD berasal dari kebiasaan perilaku dari waktu ke waktu.
4. Konflik, mereka yang menderita OCD biasanya sedang menghadapi sebuah konflik jiwa menyangkut masalah hidup. Seperti hubungan suami istri, percaya diri, dll. Yang nantinya akan memunculkan tekanan dan akan timbul gejala dari OCD itu sendiri.
Terkadang sulit untuk mengidentifikasi adanya OCD pada diri kita. Umumnya penderita OCD beberapa gejala, diantaranya:
1. Ada preokupasi dengan detail, aturan, daftar, urutan, organisasi (jadwal) sehingga tujuan utama kegiatan terlupakan. (Preokupasi = yang dilakukan harus sempurna)
2. Melakukan perbuatan secara berulang atau berlebihan (keterlaluan dalam kebersihan, memeriksa berkali-kali, terlalu patuh pada peraturan)
3. Tidak mampu membuang barang-barang bekas atau tidak berharga, bahkan jika barang-barang itu tidak mempunyai nilai sentimental
4. Menunjukkan rigiditas (kekakuan) dan kekeraskepalaan
5. Merasa gelisah, was-was, resah
Nb. Utk pembaca yg mempunyai informasi atau pengalaman tentang OCD termasuk obat atau terapi penyembuhannya, mohon berbagi pengalaman dgn saya. Trims..