sotobubar
24th June 2011, 11:51 PM
Rasanya sih ada yang hobi cari kutu, hobi ngenet, hobi otomotif, tapi kalo hobi cabut duri bandeng kira-kira ada gak ya?
heheheeh..................
Saya juga baru tahu kalo bandeng itu mempunyai 164 duri yang dapat dicabutin satu per satu (katanya sih kurang lebih memakan waktu 30 menitan utk nyabut durinya)
Tergelitik dengan kenyataan yang ditulis di Bandeng tanpa duri (http://wisata.kompasiana.com/kuliner/2011/06/24/bandeng-tanpa-duri/), saya tadi siang ke carrefour untuk beli bandeng. Tapi sayang enggak ada, dan ketemunya di Giant.
Setelah mengikuti tutorial dalam tautan dari artikel Bandeng tanpa duri (http://wisata.kompasiana.com/kuliner/2011/06/24/bandeng-tanpa-duri/), saya akhirnya menyerah :(
tidak semudah yang dibayangkan. Punggung pegal, karena membungkuk untuk nyabutin duri, mata lelah melototin duri yang belum kecabut, dan yang paling apes, waktu memotong secara horizontal, ternyata ada duri yang keputus, jadi bisa-bisa 164x2 (karena ada duri yang putus)
wkakakakaka................. memang lebih gampang makan daripada masak.
Jadi, bandengnya masuk presto saja deh, ketimbang makin hancur dan mubazir alias tidak layak pandang. Sutralah, mari kita tunggu saja Festival Kuliner yang di sponsori Kecap Bango ini Kisah Legenda Kuliner Nusantara (http://www.ghuguuh.com/kisah-legenda-kuliner-nusantara.html) di wilayah yang lain saja dan berharap bahwa menu Bandeng Asap Tanpa Duri ikut hadir disitu.
heheheeh..................
Saya juga baru tahu kalo bandeng itu mempunyai 164 duri yang dapat dicabutin satu per satu (katanya sih kurang lebih memakan waktu 30 menitan utk nyabut durinya)
Tergelitik dengan kenyataan yang ditulis di Bandeng tanpa duri (http://wisata.kompasiana.com/kuliner/2011/06/24/bandeng-tanpa-duri/), saya tadi siang ke carrefour untuk beli bandeng. Tapi sayang enggak ada, dan ketemunya di Giant.
Setelah mengikuti tutorial dalam tautan dari artikel Bandeng tanpa duri (http://wisata.kompasiana.com/kuliner/2011/06/24/bandeng-tanpa-duri/), saya akhirnya menyerah :(
tidak semudah yang dibayangkan. Punggung pegal, karena membungkuk untuk nyabutin duri, mata lelah melototin duri yang belum kecabut, dan yang paling apes, waktu memotong secara horizontal, ternyata ada duri yang keputus, jadi bisa-bisa 164x2 (karena ada duri yang putus)
wkakakakaka................. memang lebih gampang makan daripada masak.
Jadi, bandengnya masuk presto saja deh, ketimbang makin hancur dan mubazir alias tidak layak pandang. Sutralah, mari kita tunggu saja Festival Kuliner yang di sponsori Kecap Bango ini Kisah Legenda Kuliner Nusantara (http://www.ghuguuh.com/kisah-legenda-kuliner-nusantara.html) di wilayah yang lain saja dan berharap bahwa menu Bandeng Asap Tanpa Duri ikut hadir disitu.