Oesyifa
5th August 2008, 09:53 AM
Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar rongga rahim (kavum uteri). Istilah ektopik berasal dari bahasa Inggris, ectopic, dengan akar kata dari bahasa Yunani, topos yang berarti tempat. Jadi, istilah ektopik dapat diartikan sebagai "berada di luar tempat yang semestinya".
Kehamilan ektopik biasanya disebabkan oleh terjadinya hambatan pada perjalanan sel telur, dari indung telur (ovarium) ke rahim (uterus). Pada kasus yang jarang, kehamilan ektopik disebabkan oleh terjadinya perpindahan sel telur dari indung telur sisi yang satu, masuk ke saluran telur sisi seberangnya.
Faktor risiko
a. Infeksi saluran telur (salpingitis)
b. Penyakit peradangan panggul (pelvic inflamatory disease)
c. Riwayat menderita kehamilan ektopik sebelumnya
d. Riwayat operasi tuba
e. Endometriosis
f. Pemakaian hormon estrogen dan progesteron (misalnya, pada kontrasepsi)
g. Cacat bawaan (abnormalitas kongenital) dari saluran telur
Lokasi tersering dari kehamilan ektopik terjadi pada daerah saluran telur, dengan frekuensi tertinggi pada daerah ampula. Daerah ampula adalah suatu daerah yang melebar pada saluran telur.
Gejala dan Tanda Klinis
Gejala dan tanda klinis yang terlihat juga tergantung dari lokasi tumbuh dan berkembangnya mudigah (embrio). Gejala yang paling sering dikeluhkan adalah adanya rasa nyeri pada daerah perut.
pemeriksaan untuk ibu hamil yang dianjurkan :
1. Pemeriksaan fisik secara umum
2. Pemeriksaan daerah perut (abdomen)
3. Pemeriksaan rongga panggul (pelvis)
Pemeriksaan Laboratorium
- Pemeriksaan darah lengkap
- Pemeriksaan kadar hormon progesteron
- Pemeriksaan kadar HCG serum
- Pemeriksaan golongan darah
( dikutip dari indosiar.com,klinikku.com)
Kehamilan ektopik biasanya disebabkan oleh terjadinya hambatan pada perjalanan sel telur, dari indung telur (ovarium) ke rahim (uterus). Pada kasus yang jarang, kehamilan ektopik disebabkan oleh terjadinya perpindahan sel telur dari indung telur sisi yang satu, masuk ke saluran telur sisi seberangnya.
Faktor risiko
a. Infeksi saluran telur (salpingitis)
b. Penyakit peradangan panggul (pelvic inflamatory disease)
c. Riwayat menderita kehamilan ektopik sebelumnya
d. Riwayat operasi tuba
e. Endometriosis
f. Pemakaian hormon estrogen dan progesteron (misalnya, pada kontrasepsi)
g. Cacat bawaan (abnormalitas kongenital) dari saluran telur
Lokasi tersering dari kehamilan ektopik terjadi pada daerah saluran telur, dengan frekuensi tertinggi pada daerah ampula. Daerah ampula adalah suatu daerah yang melebar pada saluran telur.
Gejala dan Tanda Klinis
Gejala dan tanda klinis yang terlihat juga tergantung dari lokasi tumbuh dan berkembangnya mudigah (embrio). Gejala yang paling sering dikeluhkan adalah adanya rasa nyeri pada daerah perut.
pemeriksaan untuk ibu hamil yang dianjurkan :
1. Pemeriksaan fisik secara umum
2. Pemeriksaan daerah perut (abdomen)
3. Pemeriksaan rongga panggul (pelvis)
Pemeriksaan Laboratorium
- Pemeriksaan darah lengkap
- Pemeriksaan kadar hormon progesteron
- Pemeriksaan kadar HCG serum
- Pemeriksaan golongan darah
( dikutip dari indosiar.com,klinikku.com)