PDA

View Full Version : Bila Gaji Istri lebih tinggi dari suami


supergirl
6th August 2008, 01:04 PM
Seringkali masalah keluarga dipicu oleh masalah keuangan seperti gaji istri yang lebih tinggi dari suami dan ini bisa menjadi salah satu faktor pemicu banyaknya perceraian.dalam kehidupan perkawinan,suami menempati kedudukan tertinggi,sebagai kepala keluarga dan bertugas mencari nafkah.
Untuk menyiasatinya cobalah untuk melakukan kiat dibawah ini sedangkan istri mengurus anak dan keluarga.

1.Bersyukur.
Penghasilan istri yang lebih tinggi harus disyukuri sebagai berkah bagi peningkatan kesejahteraan keluarga, sehingga suami tidak perlu minder atau malah menjadi bibit konflik
2.Tetap percaya diri.
Minder tidaknya suami sangat tergantung dari kepribadian suami-istri itu sendiri dan sikap serta perlakuan masing-masing terhadap pasangannya. Bila istri rajin mengomel dan gemar mencerca, suami yang normal pun lama-lama akan minder. Sementara suami yang kurang PD alias tak percaya diri tetap saja dibayangi rasa rendah diri, kendati istrinya sama sekali tak pernah mempersoalkan gajinya yang lebih tinggi.
3.Jangan membandingkan.
Istri jangan membandingkan atau malah memaksakan kesuksesan kita pada suami,Meski boleh jadi kita mengutarakan perbandingan itu untuk memotivasi atau memacu suami agar sama-sama berprestasi. Soalnya, baik istri maupun suami tak dibenarkan berpikir untuk mengubah pasangan.justru yg harus kita kembangkan adalah sikap menerima pasangan apa adanya.Kesediaan menerima pasangan apa adanya bisa menjadi perekat hubungan di antara suami-istri.
4.Saling Terbuka.
Untuk menepis kemungkinan timbulnya konflik spt ini sebaiknya masalah ini dibicarakan sebelum memutuskan untuk menikah.Jikapun kesadaran ini baru muncul setelah menikah,bukan merupakan kesalahan fatal yang tak bisa dikoreksi karena masih bisa dibicarakan dengan suami atau istri.
Semoga kiat-kiat diatas dapat membantu mengatasi persoalan yang timbul dari situasi diatas dalam keluarga Anda.

r4hm4_76
6th August 2008, 02:10 PM
terkadang prakteknya lebih sussah.....but anyway thanks the info

giamariana
7th August 2008, 07:55 PM
terkadang prakteknya lebih sussah.....but anyway thanks the info

setuju sama mbak rahma. biar bagaimanapun anggapan suami sebagai kepala keluarga yang berarti harus bawa uang lebih banyak ke rumah masih sangat kental di masyarakat kita.

aku punya teman yang gajinya lebih tinggi dibanding suaminya. awalnya sang suami yang gajinya lebih besar, tapi belakangan ini malah teman aku yang kariernya berkembang cepat hingga gajinya lebih besar. temanku cerita kalau suaminya sekarang jadi lebih sensi gitu. kalau dulu mereka biasa berbagi cerita soal kerjaan masing-masing, sekarang suaminya sering memberi komentar negatif kalau teman aku itu cerita soal kerjaan.

asa
8th August 2008, 08:18 AM
jangan-jangan mbak giamariana gajinya lebih besar dari suaminya...hehehe

niex
14th August 2008, 02:25 AM
suami suka gengsi yaa kalo gaji istrinya lebih dari dia, kesannya istri lebih sukses (emang iya), secara istri itu kerjanya dobel2, ngurus keluarga plus usaha, suami sebagai pemimpin mungkin merasa ini menyangkut harga diri juga. Kalo aku setuju2 aja kalo gaji istri lebih tinggi dari suami, mungkin aja karena dia memang smart, ahli strategi, dan bisa mengatasi berbagai macam masalah. Haree gennee kan udah emansipasi yaa..:cool:

triamiz
14th August 2008, 03:16 AM
dan lagi meskipun istri yang gajinya lebih tinggi kebanyakan suami tetap aja gak mau share kerjaan rumah. meski istri payah2 kerja sampai rumah ya tetap 'a housewife' itu kan adat suami ala asia. mang gak smua tapi paling satu diantara sekiaaann...:p

dulitem
14th August 2008, 11:50 AM
emang susah kalo istri dengan gaji yang lebih tinggi dan lebih maju dalam kariernya. Tidak bisa dipungkiri pastinya sang suami ada rasa minder dan krisis percaya diri. Banyak kejadian yang ada seperti selalu membanding-bandingkan dalam gaji. Urusan rumah tangga pun kadang terjadi sang suami yang mengurus rumah tangga seperti membersihkan rumah atau mencuci sedangkan istri diluar sana sedang mengejar karir.

Oesyifa
16th August 2008, 11:53 AM
menurut aku ya ..:) yang jelas suami harus lapang dada menerima kenyataan , bersyukur dan tetap menjalin komunikasi yang baik dengan istri dan istri juga tetap menghargai, menghormati suami sebagai kepala keluarga dengan tidak meremehkan suami , tp bener kata mbak rahma terkadang teori jauh lebih mudah dibandingkan prakteknya :)

ian_antoro
16th August 2008, 07:43 PM
he-eh, tull....! prakteknya ndak semudah teorinya.
temanku ada yang mengalami kejadian serupa.
karir sang istri di pemerintahan melesat pesat.
sedang sang suami hanya salesman yang akhirnya ter-phk karena perusahaannya kolaps.
saat ini bahtera rumah tangganya terancam perceraian.
sang suami bahkan terusir dari rumahnya.

sangat sulit mensyukuri gaji istri yang lebih besar sebagai karunia!