PDA

View Full Version : Melatih Anak Shalat Sejak Balita


wannaluvecho
5th December 2008, 06:02 PM
Karena pembelajaran shalat untuk anak usia dini adalah dalam rangka pembiasaan,maka orang tua dapat melatih anak dengan cara-cara berikut ini :


1.Teladan

Memberikan keteladanan dengan cara mengajak anak melaksanakan shalat berjamaah di rumah. Keteladanan yang baik membawa kesan positif dalam jiwa anak. Orang yang paling banyak diikuti oleh anak dan yang paling kuat menanamkan pengaruhnya ke dalam jiwa anak adalah orang tuanya. Oleh karena itu, Rasulullah saw memerintahkan agar orang tua dapat menjadi teladan yang baik bagi anak-anak mereka. Pada tahap awal, keteladanan yang dapat dicontoh anak adalah gerakan-gerakan shalat.

2.Melatih berulang-ulang

Melatih gerakan dan bacaan shalat pada anak usia dini hendaknya dilakukan dengan cara berulang-ulang Semakin sering anak usia dini mendapatkan stimulasi tentang gerakan shalat, apalagi diiringi dengan pengarahan tentang bagaimana gerakan yang benar secara berulang-ulang maka anak usia dini semakin mampu melakukannya. Begitu juga dengan bacaan shalat. Semakin sering di dengar oleh anak, maka semakin cepat anak hafal bacaan shalat tersebut. S

3.Suasana nyaman dan Aman.

Menghadirkan suasana belajar shalat yang memberikan rasa aman dan menyenangkan bagi anak dalam menerima seluruh proses pendidikan shalat yang diselenggarakan saat anak usia dini mengikuti gerakan orang tua dalam shalat, pada tahap awal terkadang bisa mengganggu kekhusukan shalat orang tua. Orang tua harus dapat memahami bahwa tindakan anak meniru gerakan orang tua adalah proses belajar, sehingga sekalipun anak dapat mengganggu kekhusukan shalat orang tua, anak tidak boleh dimarahi atau dilarang dekat dengan orang tua saat shalat. Pengarahan tentang bagaimana tata cara shalat yang benar kita ajarkan kepada anak setelah proses shalat berlangsung. Dalam tahap lanjut, anak tidak hanya bisa meniru gerakan shalat, tapi juga memiliki kebanggaan untuk menggunakan simbol-simbol islami baik dalam ucapan maupun perilaku dalam shalatnya dan sebagainya. Anda juga bisa mencari toko sprei, toko sajadah, toko bed cover, toko sajadah anak yang menjual aneka bed cover, jual sprei, jual sajadah, jual bed cover, dan jual sajadah anak. Atau jika anda terlalu sibuk bisa mencarinya di sprei online, sajadah online, sajadah anak online, dan bed cover online.


4.Tidak Memaksa

Tidak melakukan pemaksaan dalam melatih anak usia dini melakukan shalat. Perkembangan kemampuan anak melakukan gerakan shalat adalah hasil dari pematangan proses belajar yang diberikan. Pengalaman dan pelatihan akan mempunyai pengaruh pada anak bila dasar-dasar keterampilan atau kemampuan yang diberikan telah mencapai kematangan. Kemudian, dengan kemampuan ini, anak dapat mencapai tahapan kemampuan baru yaitu dapat melakukan gerakan shalat sekalipun belum berurutan. Pemaksaan latihan kepada anak sebelum mencapai kematangan akan mengakibatkan kegagalan atau setidaknya ketidakoptimalan hasil.Anak seolah-olah mengalami kemajuan, padahal itu merupakan kemajuan yang semu. Disamping itu, latihan yang gagal dapat menimbulkan kekecewaan pada anak atau rasa ”tidak suka” pada kegiatan yang dilatihkan. Dengan demikian, saat anak usia dini tidak bersedia diajak shalat bersama, maka orang tua tidak harus memaksakan anak.

5.Tidak membanding-bandingkan

Secara fisik, semakin bertambah usia anak maka semakin mampu melakukan gerakan-gerakan motorik dari yang sederhana sampai yang komplek. Namun perlu diperhatikan adanya keunikan setiap anak. Bisa jadi tahapan perkembangan gerakan motorik antara anak pertama lebih cepat dibandingkan anak kedua. Oleh karenanya, penting bagi orang tua untuk memperhatikan perkembangan seseorang, dan tidak membanding-bandingkan dengan sang kakak atau anak yang lain yang seusia dengan anak. Bisa jadi sang anak lebih cepat bisa mencontoh gerakan shalat dibandingkan dengan sang adik. Dalam kondisi ini orang tua tidak boleh langsung menilai bahwa sang adik tidak pintar seperti sang kakak. Setiap anak harus mendapatkan perhatian dari orang tua hingga muncul penghargaan atas diri anak dan antar sesama anak.

phita
7th December 2008, 09:32 AM
yup! gak hanya untuk belajar shalat hal ini juga bisa berlaku
yang paling penting memang teladan
so bapak ibunya juga selalu perbaiki diri terussss
hingga nafas tak dikandung badan
n juga masa emas 0 - 3 tahun penyerapan anak pada hal2 baru sangat cepat
so banyak2 deh kasih stimuli alias rangsangan pada hal2 baru apapun buat si kecil
karena pada dasarnya smua anak punya basic dan peluang yang sama kecuali yang dibawa gen
tinggal stimuli dari orang tua yang menentukan
jadi tingkat kepedulian dan pengetahuan ortu menentukan disini

chichi_deh
12th December 2008, 05:57 PM
Yup...
Mbak Wanna betul sekali apa yang Mbak Wanna tulis itu.
Tapi Punya Mbak Phita betul juga.
Memang kita harus memberikan contoh ataupun pendidikan kepada anak** kita sejak masih dini.
Terutama sejak usia 0-3 th, dimana masa** tersebut merupakan masa dimana otak lebih cepat untuk merespon dan menyimpan memori lebih banyak atas apa yang diterimanya.

ibnu nabil
8th February 2009, 10:44 AM
Kita memang harus melatih anak sejak dini.... Banyak cara untuk bisa melatih anak belajar beribadah.... Saya mau menambahkan satu hal.... Buat agar Ibadah Shalat itu semenarik mungkin, sehingga Si Kecil menjadi senang ibadah...

Bagaimana caranya ???

Coba Klik di http://www.KoleksiNabil.com

Wassalam

farraqina
10th February 2009, 01:43 PM
Karena pembelajaran shalat untuk anak usia dini adalah dalam rangka pembiasaan,maka orang tua dapat melatih anak dengan cara-cara berikut ini :


1.Teladan

Memberikan keteladanan dengan cara mengajak anak melaksanakan shalat berjamaah di rumah. Keteladanan yang baik membawa kesan positif dalam jiwa anak. Orang yang paling banyak diikuti oleh anak dan yang paling kuat menanamkan pengaruhnya ke dalam jiwa anak adalah orang tuanya. Oleh karena itu, Rasulullah saw memerintahkan agar orang tua dapat menjadi teladan yang baik bagi anak-anak mereka. Pada tahap awal, keteladanan yang dapat dicontoh anak adalah gerakan-gerakan shalat.

2.Melatih berulang-ulang

Melatih gerakan dan bacaan shalat pada anak usia dini hendaknya dilakukan dengan cara berulang-ulang Semakin sering anak usia dini mendapatkan stimulasi tentang gerakan shalat, apalagi diiringi dengan pengarahan tentang bagaimana gerakan yang benar secara berulang-ulang maka anak usia dini semakin mampu melakukannya. Begitu juga dengan bacaan shalat. Semakin sering di dengar oleh anak, maka semakin cepat anak hafal bacaan shalat tersebut. S

3.Suasana nyaman dan Aman.

Menghadirkan suasana belajar shalat yang memberikan rasa aman dan menyenangkan bagi anak dalam menerima seluruh proses pendidikan shalat yang diselenggarakan saat anak usia dini mengikuti gerakan orang tua dalam shalat, pada tahap awal terkadang bisa mengganggu kekhusukan shalat orang tua. Orang tua harus dapat memahami bahwa tindakan anak meniru gerakan orang tua adalah proses belajar, sehingga sekalipun anak dapat mengganggu kekhusukan shalat orang tua, anak tidak boleh dimarahi atau dilarang dekat dengan orang tua saat shalat. Pengarahan tentang bagaimana tata cara shalat yang benar kita ajarkan kepada anak setelah proses shalat berlangsung. Dalam tahap lanjut, anak tidak hanya bisa meniru gerakan shalat, tapi juga memiliki kebanggaan untuk menggunakan simbol-simbol islami baik dalam ucapan maupun perilaku dalam shalatnya dan sebagainya. Anda juga bisa mencari toko sprei, toko sajadah, toko bed cover, toko sajadah anak yang menjual aneka bed cover, jual sprei, jual sajadah, jual bed cover, dan jual sajadah anak. Atau jika anda terlalu sibuk bisa mencarinya di sprei online, sajadah online, sajadah anak online, dan bed cover online.


4.Tidak Memaksa

Tidak melakukan pemaksaan dalam melatih anak usia dini melakukan shalat. Perkembangan kemampuan anak melakukan gerakan shalat adalah hasil dari pematangan proses belajar yang diberikan. Pengalaman dan pelatihan akan mempunyai pengaruh pada anak bila dasar-dasar keterampilan atau kemampuan yang diberikan telah mencapai kematangan. Kemudian, dengan kemampuan ini, anak dapat mencapai tahapan kemampuan baru yaitu dapat melakukan gerakan shalat sekalipun belum berurutan. Pemaksaan latihan kepada anak sebelum mencapai kematangan akan mengakibatkan kegagalan atau setidaknya ketidakoptimalan hasil.Anak seolah-olah mengalami kemajuan, padahal itu merupakan kemajuan yang semu. Disamping itu, latihan yang gagal dapat menimbulkan kekecewaan pada anak atau rasa ”tidak suka” pada kegiatan yang dilatihkan. Dengan demikian, saat anak usia dini tidak bersedia diajak shalat bersama, maka orang tua tidak harus memaksakan anak.

5.Tidak membanding-bandingkan

Secara fisik, semakin bertambah usia anak maka semakin mampu melakukan gerakan-gerakan motorik dari yang sederhana sampai yang komplek. Namun perlu diperhatikan adanya keunikan setiap anak. Bisa jadi tahapan perkembangan gerakan motorik antara anak pertama lebih cepat dibandingkan anak kedua. Oleh karenanya, penting bagi orang tua untuk memperhatikan perkembangan seseorang, dan tidak membanding-bandingkan dengan sang kakak atau anak yang lain yang seusia dengan anak. Bisa jadi sang anak lebih cepat bisa mencontoh gerakan shalat dibandingkan dengan sang adik. Dalam kondisi ini orang tua tidak boleh langsung menilai bahwa sang adik tidak pintar seperti sang kakak. Setiap anak harus mendapatkan perhatian dari orang tua hingga muncul penghargaan atas diri anak dan antar sesama anak.

Setuju..banget! emang ortu itu adalah teladan anak..apa yang kita lakukan pasti..cepet diikutin anak. Jadi percuma kita teriak2 nyuruh2 anak....but kitanya sendiri nggak nyontohin....katanya sih..idealnya..kita harus ajak anak untuk ngelakuinnya bareng2......cheers..:)